-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Madrasah Pertama Bagi Anak, Pemerintah Sediakan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Minggu, 16 Februari 2020 | 20.09 WIB Last Updated 2020-02-16T13:09:13Z


JAKARTA (DutaJatim.com)  - Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia, serta menjadi sekolah pertama bagi anak. Oleh karena itu, Pemerintah tetap berupaya untuk meningkatkan penyediaan pemenuhan kebutuhan tersebut bagi rakyat melalui program Satu Juta Rumah.  

"Khususnya rumah dengan harga terjangkau dan berkualitas yang ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata 
 Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) Tahun 2020 di Jakarta Convention Center, Sabtu (15/02/2020).



“Selain sebagai tempat berteduh, rumah juga merupakan madrasah pertama bagi anak dan sarana membangun masyarakat yang baik.  Kita semua patut berbangga bahwa program satu juta rumah untuk rakyat secara rata-rata dalam 5 tahun terakhir lebih dari 70%-nya dapat dinikmati oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Ke depan, mari kita berusaha agar golongan MBR khususnya yang bekerja pada sektor informal seperti pengemudi ojek, pekerja pangkas rambut, bahkan sampai kepada petugas penjaga masjid atau marbot, dapat lebih banyak lagi yang memiliki hunian dan rumah,” ujar Wapres.


Wapres mencermati bahwa pertumbuhan industri properti dan ekonomi saling berkaitan, dimana tahun ini akan menghadapi tantangan yang semakin meningkat. Hal ini disebabkan masih tingginya tingkat ketidakpastian global terkait isu perang dagang US-Tiongkok, eskalasi ketegangan Timur Tengah, dan terakhir penyebaran Virus Corona yang belum menunjukkan perubahan ke arah yang kita inginkan. 


“Menyadari hal tersebut, untuk tetap meningkatkan kinerja sektor properti. Pemerintah telah melakukan berbagai hal, antara lain dengan menyusun rancangan Undang-Undang Omnimbus Law. Dengan peraturan ini, diharapkan perizinan termasuk di dalamnya izin membangun perumahan, dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah," terangnya.


Selain itu, tambahnya, Pemerintah terus mendorong pengembangan digitalisasi proses perizinan tersebut secara online. Digitalisasi perizinan online ini nantinya secara bertahap akan diintegrasikan ke dalam sebuah sistem Online Single Submission (OSS). 


"Hal ini kami harapkan dapat meminimalkan potensi timbulnya pungli [pungutan liar] akibat banyaknya proses tatap muka yang terjadi dalam perizinan,” tegas Wapres.


Hal penting lain yang perlu menjadi perhatian ialah ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik. Untuk itu, Wapres meminta para pengembang perumahan, baik MBR maupun non MBR, agar memperhatikan hal tersebut dalam pembangunan rumah. 


"Ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik akan berpengaruh terhadap resiko stunting yang harus kita tekan bersama angkanya untuk kebaikan generasi yang akan datang. Saya meminta kepada Bank BTN, agar jangan mencairkan kredit kepada pengembang, sebelum air bersih dan sistem sanitasi dipastikan cukup dan berfungsi dengan baik,” pesan Wapres.


Terakhir Wapres berharap seluruh pemegang kepentingan dapat bersama-sama berkontribusi, bersinergi, dan ber-fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan, dalam upaya menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. 


"Saya mendoakan agar acara Indonesia Properti Expo ini dapat berjalan dengan lancar, semoga penjualan dari Bapak/Ibu sekalian dapat melebihi target. Dan ingat untuk tetap membayar zakatnya,” tutup Wapres.



Sebelumnya, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala N Mansury melaporkan bahwa program Bank BTN mendukung sektor properti bagi masyarakat dari beragam kelas, baik MBR, emerging affluent, maupun masyarakat yang perhatian terhadap investasi properti. Ragam produk KPR BTN, lanjutnya, juga disesuaikan dengan kebutuhan setiap generasi, misalnya generasi milenial lewat KPR Gaess For Millenials.


“Adanya program Sejuta Rumah yang diinisiasi Pemerintah sejak tahun 2015 juga telah mendorong berbagai inovasi produk KPR yang dimiliki oleh Bank BTN dan memperluas segmen yang dapat menikmati KPR Subsidi seperti yang telah kami salurkan, yaitu KPR bagi Paguyuban Pencukur Rambut asal Garut (PPRG). Setelah sebelumnya Bank BTN juga menyalurkan ke pekerja sektor non formal lain seperti Grab, Gojek dan pengemudi Taksi Bluebird. Total dukungan pembiayaan perumahan oleh Bank BTN telah lebih dari 4 juta unit rumah,” paparnya. 



Adapun program terbaru, ucapnya, yakni BTN Solusi, program bundling tabungan payroll dengan kemudahan kredit kepada nasabah. Nasabah dari institusi maupun instansi yang telah bermitra dengan Bank BTN akan mendapatkan dalam proses pengajuan kredit ringan. 


"Dalam waktu dekat nasabah yang ikut dalam BTN Solusi dapat menikmati suku bunga KPR yang terjangkau dan proses pengajuan yang lebih cepat,” tambah Pahala.


Tampak hadir dalam acara tersebut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil, Komisaris Utama Bank BTN Chandra M. Hamzah beserta jajaran komisaris, dan pejabat Bank BTN.


Sementara Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S. Latief, serta Plt. Deputi Dukungan Kebijakan Ekonomi, Infrastruktur, dan Kemaritiman Guntur Iman Nefianto.(hud)

×
Berita Terbaru Update