-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rusuh Supporter di Blitar, Ini 6 Sikap Pemprov Jatim

Rabu, 19 Februari 2020 | 10.01 WIB Last Updated 2020-02-19T03:01:12Z



SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemprov Jatim memberi klarifikasi atas ricuhnya supporter Persebaya vs Arema di Blitar. Sebanyak enam poin  disampaikan oleh Sekretaris Daerah Jatim Heru Tjahjono menyikapi  kerusuhan jelang laga semifinal Piala Gubernur 2020 di Stadion Soeprijadi Kota Blitar tersebut.


Pertama, Pemprov Jatim menyesalkan atas kejadian insiden yang terjadi di Blitar  pada Selasa 18 Februari sore itu. "Kejadian tersebut menyebabkan adanya mobil dan motor yang dirusak sekaligus mengakibatkan aparat kepolisian dan suporter yang terluka," kata  Heru kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Kedua, Pemprov Jatim menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada aparat yang cepat dan sigap bertindak sehingga rusuh massa dapat segera diatasi.


Ketiga, Pemprov Jatim memohon maaf kepada masyarakat Jawa Timur khususnya masyarakat Blitar atas insiden tersebut. "Dan kami akan mengevaluasi untuk masa yang akan datang," jelas Heru.


Keempat, jika ada kerusakan berupa tanaman, sawah, kebun serta warung yang mungkin belum sempat terbayar, maka Pemprov Jatim telah menugaskan Kepala Kesbangpol untuk menyelesaikannya.

Kelima, jika ada yang luka dan perlu perawatan, baik warga atau supporter, sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemprov Jatim.

Keenam, terhadap pelaku insiden, Pemprov Jatim sepenuhnya menyerahkan kepada aparat penegak hukum.


Dari enam poin tersebut, Heru menjelaskan untuk ganti rugi kerusakan motor atau mobil, Pemprov akan membahas lebih lanjut dan menunggu data dari kepolisian.

Hingga Selasa malam pukul 21.00 WIB, Pemprov Jatim belum memastikan ada korban meninggal baik dari suporter, polisi, atau warga.

"Kami akan rapatkan kembali, kami bahas dan bertemu pihak Polda Jatim,"  kata Heru.


Seperti diberitakan DutaJatim.com, aksi brutal lagi-lagi dilakukan oleh oknum suporter memakai atribut Arema FC dan Persebaya Surabaya. Mereka melakukan tindakan kriminal dengan  berbuat onar membakar motor milik warga di sekitar Pasar Hewan Dimoro, Blitar.

Mereka ini harus diberi sanksi sebab telah mencoreng nama baik dunia sepakbola yang tengah berbenah agar tidak dinodai aksi anarkis. Lebih dari itu mereka melakukan tindak pidana sehingga harus dihukum sesuai peraturan yang berlaku agar jera tidak berbuat anarkis lagi.

Salah satu lokasi ricuh sendiri terjadi di simpang tiga Jalan Kali Brantas Kepanjenkidul. Massa suporter terus berusaha merangsek masuk mendekati Stadion Soepriadi di Jalan Kelud. Namun petugas terus menghalau mereka menuju ring 2. Selain itu massa suporter juga bertarung hingga area persawahan.

Kejadiannya bermula kala kedua kelompok saling jumpa di sekitar pasar hewan. Situasi pun perlahan memanas. Mereka saling bersitegang hingga akhirnya kerusuhan pun tak terelakkan.

Sejumlah kendaraan akhirnya dibakar massa. Informasi yang dikumpulkan, ada tujuh motor dibakar dan mobil dirusak dengan batu dan kayu. Sejumlah informasi menyebutkan kendaraan itu milik Aremania dan warga Blitar.


"Motor yang dibakar, didekat Pasar Sapi di daerah Ndimoro. Itu motor milik warga Blitar, kebetulan dia punya atribut Arema terus diserang," kata salah satu warga Blitar yang enggan disebutkan namanya. (det/nas)
×
Berita Terbaru Update