-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ada Curi Start Mudik ke Jatim, Ini Langkah Ketat Pemprov

Saturday, March 28, 2020 | 1:54 PM WIB Last Updated 2020-03-28T06:54:07Z


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19), berdampak kepada seluruh bidang. Termasuk transportasi publik. Di Jawa Timur, muncul isu para pemudik dari Jakarta mencuri start mudik lebih awal, tidak menunggu Ramadhan tiba. Mereka sudah bergerak meninggalkan ibukota untuk pulang ke kampung halamannya di Jatim.

Pemprov Jatim pun harus turun tangan. Harus melakukan antisipasi. Ketua Rumpun Ekonomi Sosial Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim, Emil Elestianto Dardak, pun merapatkan dengan beberapa satuan kerja dinas bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Untuk itu, siapa pun yang mengendarai alat transportasi publik, di seluruh Terminal telah diterapkan prosedur protokol kesehatan mencegah penyebaram Corona.

Seluruh armada yang masuk dan keluar dipantau petugas Terminal. Arahannya bahwa terkait transportasi publik diperketat prosedur protokol kesehatan.

Penumpang turun, langsung dideteksi suhu memakai thermal gun, dimasukkan ruang tunggu, lalu cuci tangan dengan sabun, dan hand sanitizer. 

Bagi mereka yang melanjutkan perjalanan ke kota lain, akan disemprot desinfektan sebelum masuk bus.

"Kita harus tetap memitigasi sebaran Covid -19. Selalu didata. Memastikan transportasi ada standart mitigasi pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.

Di teknis lapangan ditemui bahwa masyarakat sudah tidak bisa bepergian ke luar antar kota mengingat diberlakukan social distancing. Mereka yang memakai kendaraan pribadi, dari daerah episentrum Corona, wajib membawa surat keterangan sehat dan bersih Corona dari Dinas Kesehatan.

Ketua Rumpun Kuratif, dr Joni Wahyudihono, menegaskan angka ODP tinggi bukan karena adanya TKI dan TKW pulang atau kepulangan penduduk. Tetapi proses pemantauan ODR dan deteksi petugas sudah semakin meluas. 

Angka ODP tinggi bukan karena buruk. Tetapi karena sudah terjangkau pemeriksaan petugas.(ima)

×
Berita Terbaru Update