-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Buka Peta Corona, Gubernur Khofifah Sarankan Surabaya dan Malang Ganti Jumatan dengan Salat Dhuhur

Jumat, 20 Maret 2020 | 10.54 WIB Last Updated 2020-03-20T03:54:34Z


Peta ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) dan positif corona di Jatim. 


SURABAYA (DutaJatim.com) - Gubernur Khofifah Indar Parawansa akhirnya membuka peta penyebaran pasien corona di wilayah Jawa Timur. Khofifah memaparkan data ini dalam bentuk grafik saat jumpa pers.

Awalnya, Khofifah merinci tiga penyebaran Orang Dalam Pemantauan (ODP) terbanyak di Jatim ada di Surabaya dengan total 17 orang. Berikutnya di Malang dan Jember, masing-masing 16 orang.

"Ini adalah sebaran ODP 91 orang. Terbanyak adalah Surabaya 17 orang. Kedua Malang 16 orang sama dengan Jember juga 16 orang," kata  Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (19/3/2020).

Sementara saat memaparkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Khofifah menyebut ada sedikit kesalahan dari datanya. Khofifah mengatakan ada 36 PDP di Jatim, sedangkan di data yang ditampilkan hanya 31 PDP.


Sementara untuk jumlah kasus positif corona, Khofifah menyebut ada 7 orang di Surabaya dan dua orang di Malang. Dalam paparan pasien positif, Khofifah tidak menyebutkan kecamatan atau kelurahan pasien. Padahal, sejumlah pihak meminta Pemprov Jatim lebih membuka soal peta penyebaran ini agar masyarakat bisa waspada.

"Kasus positif Surabaya tujuh orang dan Malang dua orang. Tambahan positif ini dari Surabaya," katanya.

Dalam akun instagramnya seperti dilihat Jumat 20 Maret 2020 siang, Khofifah memaparkan peta Corona itu. 


Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh khofifah indar parawansa (@khofifah.ip) pada

"Peta sebaran covid-19 di Jatim sampai hari kamis (19/03) jam 18.00 menjadikan kita harus makin waspada dan bersatu melawan covid-19.  Melihat proses penyebarannya, maka pemerintah dan MUI Pusat memberi arahan untuk ibadah di rumah. Hari ini hari Jumat. Jika hal yang dibutuhkan untuk perlindungan diri dan masyarakat dengan menjaga social distancing, semprot disinfektan, masker dan sebagainya tidak terpenuhi, maka sesuai kaidah ushul fiqh : “Dar’u al-mafâsid muqaddam[un] ‘alâ jalbi al-mashâlih (mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mengupayakan kemaslahatan), maka bagi daerah terjangkit seperti Surabaya dan Malang sebaiknya sholat Jum'at diganti sholat Dzuhur," kata Khofifah. Para pengikutnya pun berdoa agar Jatim selamat dari Corona. (nas)
×
Berita Terbaru Update