-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Corona Renggut Hampir 10 Ribu Orang, Masjid di Daerah Tak Aman Disarankan Tak Gelar Salat Jumat Berjamaah

Jumat, 20 Maret 2020 | 09.41 WIB Last Updated 2020-03-20T02:41:20Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Virus Corona atau COVID -19 mengganas di seluruh dunia. Korbannya, baik yang terjangkit maupun yang meninggal dunia, terus bertambah.  Hingga saat ini virus Corona Renggut Hampir 10 Ribu Orang, Masjid di Daerah Tak Aman Disarankan Tak Gelar Salat Jumat Berjamaah.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, melansir data terbaru  korban tewas akibat wabah Corona nyaris 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Karena itu, dia kembali mengingatkan warga untuk jaga jarak dengan orang lain agar tidak tertular. 


"Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa ancaman wabah Corona ini telah menimbulkan korban yang sangat banyak," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan live via YouTube BNPB, Jumat (20/3/2020).


                                   Himbauan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar



Doni mengatakan korban sakit akibat Corona ini telah mencapai ratusan ribu orang di hampir semua negara. Sementara yang meninggal telah mendekati angka 10 ribu orang.

"Ancaman wabah ini hendaknya bisa dipahami oleh seluruh warga Indonesia, kalau kita sudah tahu potensi ancaman ini yang dapat timbulkan kematian, maka kita harapkan bisa terhindar dari wabah ini. Oleh Karenanya, apabila kita bisa melaksanakan ini dengan baik maka kita semua bisa jadi pahlawan-pahlawan kemanusiaan," katanya.

Maka Doni pun meminta warga disiplin jaga jarak antar-orang. Dia juga mengingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih. Jaga jarak itu setidaknya 2 meter, sehingga virus tidak menular ke orang lain.

"Oleh karena itu, ikuti dan taati serta tingkatkan disiplin tentang jaga jarak di manapun berada, hindari jangan sentuh mata, hidung dan mulut setelah memegang sesuatu, dan seringlah dengan sabun serta upayakan semaksimal mungkin semua kegiatan dilaksanakan di rumah," katanya.

Sementara itu,  Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengimbau penangguhan salat berjamaah di masjid bukan hanya Salat Jumat, tapi juga salat lima waktu lainnya. Kebijakan itu harus dilakukan di wilayah rawan penularan virus Corona (COVID-19).

"Kami, selaku Imam Besar Istiqlal imbau kepada seluruh umat Islam, terutama di wilayah yang banyak masalah ini (Corona), untuk tidak lakukan pertemuan dalam keadaan jemaah. Termasuk Salat Jumat, dan salat jemaah Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, Isya," uap Nasaruddin dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jumat (20/3/2020).

Namun, jika imam dan pengurus masjid menganggap wilayahnya aman dari Corona, maka salat jemaah masih bisa dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Kalau daerah aman, kita perlu perhatikan imbauan, jarak satu dengan lainnya sekitar dua meter," kata Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, kebijakan-kebijakan itu, bisa menghambat penularan. Baginya, umat muslim harus mementingkan keselamatan.

"Kami melakukan seperti itu, ini upaya menghindari virus. Karena satu kali bersin dalam tempo dua menit terjangkitnya cukup luas. Kita sangat dianjurkan cegah yang sifatnya mudarat," kata Nasaruddin. (det/hud)


Foto: Suasana di sekitar Masjid Istiqlal Jakarta. (okezone.com) 
×
Berita Terbaru Update