-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Desa Sapih "Belum Merdeka": Warga Swadaya Bangun Jalan Biar Tak Seperti Arena Grass Track (2)

Kamis, 19 Maret 2020 | 20.14 WIB Last Updated 2020-03-19T13:32:58Z


PROBOLINGGO (DutaJatim.com) - Saat memasuki Desa Sapih Kec. Lumbang Kab. Probolinggo seperti berada di arena grass track saja. Bahkan tantangan di arena jalan desa lebih mengerikan. 



Medan jalan yang sangat sempit, berada di pinggang bukit yang terjal, yang berbatasan langsung dengan jurang yang curam, menjadikan arena yang sangat ekstrem. Bagi warga luar desa pasti ngeri melintasi jalan satu-satunya yang mengakses desa tetangga itu. Bisa dibayangkan kengeriannya saat hujan turun. 


Saat DutaJatim.com mengunjungi Desa Sapih, tampak warga bergotong royong membangun TPT atau tembok penahan tanah sebab jalan itu rawan longsor. Bahkan sebagian sudah longsor. 

Pembangunan TPT menggunakan dana desa. Sesekali warga bak petarung di arena grass track melintas. Menyapa tiga perangkat desa yang menyertai warga bergotong royong membangun TPT tersebut.

Pemandangan yang indah, hawa pegunungan yang sejuk, dan angin semilir membuat warga tidak lelah melintasi jalan yang sangat horor tersebut. 


Warga desa memakai motor enak saja melintasi jalur yang mirip track pendakian gunung ini. Membawa kentang satu atau dua karung. Tidak terlihat rasa  takut di raut wajahnya. Hidup baginya menyabung nyawa. Di tepi jurang. Di pinggang bebukitan.

"Kondisi ini yang membuat warga merasa belum merdeka. Tapi kami bersyukur bisa bertahan hidup di desa tercinta ini. Apalagi hasil pertanian juga sangat bagus," kata Ustad Takiudin.

Kepala Dusun Winanjar bersama Soenariyo Kaur Perencanaan dan  Ngadi Kaur Kesra di sela kegiatan membangun jalan desa mengatakan, jalan desa pernah mendapat bantuan dari dana PNPM, tapi selebihnya tidak pernah sama sekali. Semua dibangun dengan swadaya masyarakat.

Karena itu hingga sekarang jalan desa yang menjadi urat nadi perekonomian warga kondisinya masih sangat memprihatinkan. Bahkan akses jalan antardusun pun sulit. Apalagi antardesa.


"Padahal jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk menjual hasil pertanian. Bila tidak, petani akan merugi sebab ongkosnya sangat mahal bila tanpa akses jalan yang memadai. Karena itu, kami mohon agar Pemkab Probolinggo atau Pemprov Jatim mau membantu pembangunan jalan desa kami," kata Winanjar yang diamini Soenariyo dan Ngadi.

Soenariyo yang menjabat Kaur Perencanaan menambahkan warga sekarang sedang membangun jalan dari Dusun Sapih ke arah utara menuju lokasih pertanian masyarakat dan menuju wisata penanjakan Gunung Bromo. Membuka akses jalan ini sangat penting agar warga bisa menuju lokasi pertaniannya dengan lancar. Tapi jalan yang dibangun ini masih belum sepenuhnya bagus, sehingga butuh bantuan dari Pemkab Probolinggo atau Pemprov Jatim.

"Jalan ini semua swadaya masyarakat mulai melebarkan, mencari batu dan memasangnya di jalan yang sudah diratakan," katanya. (gas)



×
Berita Terbaru Update