-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ibunda Presiden Jokowi Wafat Setelah Berjuang Lawan Kanker Bukan Corona

Rabu, 25 Maret 2020 | 23.08 WIB Last Updated 2020-03-25T16:08:25Z




SOLO (DutaJatim.com) - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, meninggal dunia dalam usia 77 tahun di RST Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 25 Maret 2020 sore pukul 16.45 WIB. Begitu mendapat kabar duka, Presiden Jokowi langsung terbang ke Solo. 

Kepala Negara langsung menuju RST Slamet Riyadi Rabu malam di mana jenazah ibundanya disemayamkan sementara. Sekitar pukul 18.20 WIB, Jokowi memasuki ruangan untuk melihat proses pemulangan jenazah.

Tidak lama kemudian, mobil ambulans membawa jenazah almarhumah Sujiatmi ke rumah duka. Sekitar pukul 18.41 WIB jenazah tiba di kediaman yang berada di Jalan Pleret Raya Nomor 9 A, Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kabupaten Surakarta, Jawa Tengah.

Kepada wartawan, Presiden Jokowi mengatakan  ibundanya sudah lama mengidap kanker.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun, innalillahi wa innailaihi rojiun, innalillahi wa innailaihi rojiun. Tadi sore pada jam 16.45 WIB berpulang kehadirat Allah SWT ibunda kami, Ibu Sudjiatmi Notomiharjo," kata Jokowi di Solo, Rabu (25/3/2020).

"Yang saya tahu bahwa Ibu ini sudah 4 tahun mengidap sakit, yaitu kanker," sebut Jokowi.

Jokowi mengatakan sang ibunda sudah berobat untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun, takdir berkata lain. "Dan sudah berobat sudah berusaha berikhtiar utamanya ke RSPAD Gatot Subroto, tetapi memang Allah sudah menghendaki," tutur Jokowi.

Namun demikian  Istana Presiden kembali menegaskan bahwa Ibunda Presiden tidak meninggal dunia karena terinfeksi virus corona baru (COVID-19). Kepastian itu disampaikan Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bidang Sosial Angkie Yudistia. "Almarhumah meninggal dunia bukan karena corona," kata dia.

Hal yang sama disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Ia mengatakan Mensesneg Pratikno sudah menginformasikan kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju perihal penyebab meninggalnya ibunda Presiden Jokowi.

“Tadi Pak Pratik (Mensesneg Pratikno, red.) menyampaikan kepada para menteri bahwa (almarhumah, red.) bukan karena virus corona, supaya tidak ada spekulasi di publik," katanya.

Pantauan di rumah duka, para pelayat yang berdatangan ke rumah duka dicek suhu tubuhnya melalui thermal scanner. Sejumlah pelayat yang sudah berdatangan di antara Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi. Terlihat pula sejumlah petugas  memasang alat penyemprot disinfektan. 

Sejumlah personel kepolisian maupun TNI juga terlihat berada di lokasi. Para wartawan yang hendak meliput tidak diperkenankan mendekat ke lokasi dan melihat dari jarak beberapa meter.

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, mengabarkan melalui surat lelayu, bahwa jenazah almarhumah akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Desa Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, pada Kamis (26/3) hari ini pukul 13.00 WIB. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jl. Pleret Raya 9A, Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah.

Budi Arie  menyebut para menteri Kabinet Indonesia Maju diarahkan oleh Presiden Jokowi untuk tidak melayat ke Solo. Budi Arie mengatakan proses pemakaman bersifat internal keluarga dan menteri-menteri diminta fokus bekerja. 

"Karena pemakaman ini bersifat internal," kata Budi Arie saat dikonfirmasi Rabu (25/3/2020).

Ibu Sudjiatmi lahir di Surakarta pada tanggal 15 Februari 1943. Sudjiatmi menikah dengan Widjiatno Notomihardjo dan memilik empat orang anak. Jokowi adalah anak pertama dari kedua pasangan suami-istri tersebut.

"Cucu, cacah 9. Cicit, cacah 3," demikian bunyi surat lelayu itu. Cacah dalam Bahasa Jawa berarti 'jumlah'.

Pihak yang berduka cita adalah empat anaknya, beserta suami atau istri masing-masing. Mereka adalah Jokowi-Iriana, Iit Sriyantini-Wahu Purwanto, Idayati-Hari Mulyono, dan Titik Ritawati-Arif Budi Sulistyo.

Khofifah Imbau Sholat Gaib

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ibunda Presiden Jokowi. "Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ibunda Presiden Joko Widodo," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3/2020).

"Doa kami, semoga beliau husnul khotimah. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya, menerima semua amal ibadahnya, mengampuni seluruh khilaf dan memberikan ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar Presiden Jokowi," tambah dia. 

Dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk ikut mendoakan arwah ibunda Pak  Jokowi dan melaksanakan sholat gaib. 

"Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, mari kita lantunkan doa terbaik dan melaksanakan sholat gaib di rumah masing-masing untuk almarhumah Ibu Sudjiatmi Notomihardjo," imbuhnya. Khofifah pun bersiap menuju Solo guna menghadiri pemakaman almarhumah Ibunda Presiden Jokowi. 

Artis Tina Toon juga turut mengucapkan duka cita atas berpulangnya ibunda Jokowi. "Turut berduka cita atas kepulangan ibunda tercinta dari Pak Presiden, semoga beliau diterima di sisi-Nya, dapat tempat terbaik di sisi Tuhan," ucap Tina Toon, Rabu (25/3/2020).

Sosok Sudjiatmi Notomiharjo di mata Tina Toon adalah perempuan yang bersahaja dan ada apa adanya. Sifatnya pun tak jauh berbeda dari Jokowi.

 "Sama seperti Pak Jokowi, tak banyak bicara. Banyak juga kalau lihat di beritanya sih beliau orang yang bersahaja dan dekat dengan masyarakat. Sempat ikut blusukan, cuma memang nggak ngomong," cerita Tina.

"Banyak berbuat, sedikit bicara. Beliau sosok yang sangat berpengaruh untuk Pak Presiden, membesarkan Pak Presiden sampai menjadi sosok seperti ini," katanya. Tina sadar meninggalnya sang bunda menjadi cobaan pribadi untuk Presiden Jokowi.

"Semoga di tengah bencana Corona, ini cobaan untuk Indonesia. Pak Presiden pribadi juga dapat cobaan, kehilangan orang yang sangat dicintai. Semoga Pak Presiden dan keluarga kuat dan tabah, intinya ikhlas," doa Tina Toon. ( de/,wis)

×
Berita Terbaru Update