-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

IDI Benarkan Dokter yang Meninggal Juga Tangani Pasien Corona

Minggu, 22 Maret 2020 | 09.24 WIB Last Updated 2020-03-22T02:24:32Z

Dokter Djoko Judodjoko

JAKARTA (DutaJatim.com) -  Kabar meninggalnya dua dokter diduga karena Corona belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah. 

Hal yang sama disampaikan pula oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Jawa Barat. Pimpinan IDI mengatakan, hingga kini belum ada informasi resmi terkait penyebab dua dokter meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit di Jakarta, Jumat (20/3/2020).


Ketua IDI Cabang Kota Bekasi Dr Komaruddin Askar saat dihubungi di Jakarta, Minggu 22 Maret 2020 pagi, mengemukakan, dua dokter yang meninggal merupakan anggota IDI Kota Bekasi, Jawa Barat. Tapi tidak disebutkan nama dokter itu. Namun di media sosial ramai beredar kabar Dokter Djoko Judodjoko meninggal dunia diduga kena Corona.

"Semuanya dokter anggota IDI Kota Bekasi. Mereka selalu hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan," katanya.

Dokter asal Kota Bekasi yang meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, kata Komaruddin, didiagnosa menderita diabetes.

Sedangkan dokter asal Kabupaten Bogor yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto didiagnosa mengalami gagal ginjal. "Beliau sempat menjalani cuci darah," katanya.

Komaruddin mengatakan dua dokter tersebut diketahui merupakan ahli bedah dan dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam mengobati penyakit yang berkaitan dengan telinga, hidung dan tenggorokan (THT).

"Mereka bukan hanya menangani pasien COVID-19. Mereka dokter bedah dan THT," katanya.

Terkait kabar bahwa dokter yang meninggal terinfeksi virus corona (COVID-19), Komaruddin mengatakan, laporan medis dari rumah sakit terkait belum diterima pihaknya.

"Hasilnya COVID-19 atau bukan belum diumumkan pihak RSUP Persahabatan," katanya.

Komaruddin berpesan agar seluruh tenaga medis konsisten terhadap jam istirahat serta menjaga asupan makanan bergizi selama penanganan penyakit COVID-19.

"Jaga kesehatan istirahat yang cukup, perbaiki asupan gizi. Kepada masyarakat kurangi aktivitas di luar rumah dan biasakan pakai masker," katanya.


Dokter Djoko Judodjoko meninggal dunia Sabtu 21 Maret 2020 diduga karena terinfeksi virus Corona atau COVID-19.

Kabar meninggalnya dr Djoko menjadi perhatian di dunia maya setelah 
disiarkan oleh Dokter Pandu Riono melalui akun Twitter pribadinya. Dokter Djoko meninggal Sabtu 21 Maret 2020. Beliau meninggal diduga akibat terinfeksi Virus Corona atau COVID-19.

Yang paling mengharukan, dokter Djoko disebutkan tertular virus corona saat menjalankan tugas mengobati pasien COVID-19 yang sedang mewabah di tanah air. Sungguh sangat sedih. Semoga kepahlawanannya di dunia kesehatan diganjar pahala surga.


"Selamat jalan Mas Koko, maafkan saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemi covid19. Mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD sulit dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat," tulis dr Pandu.

Selama ini dr Djoko dikenal merupakan dokter yang terkenal baik dan hebat di dunia medis. Riwayat hidupnya sebagai dokter juga kelas dunia.

Berdasarkan data riwayat kedokteran di situs resmi Rumah Sakit EMC Sentul City, Bogor, Dokter Djoko telah menimba segudang ilmu kedokteran di berbagai universitas ternama di Indonesia dan dunia. (ant/hud)



×
Berita Terbaru Update