-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rame-rame Mudik Lebih Awal, Hati-hati Corona Ikut Pemudik!

Jumat, 27 Maret 2020 | 11.41 WIB Last Updated 2020-03-27T04:41:45Z

JAKARTA (DutaJatim.com) -  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyusun regulasi teknis larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2020. Kabar ini langsung direaksi oleh warga perantau. Khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Misalnya Masudi asal Lamongan. "Kami dan teman-teman mungkin mudik lebih awal sebab ada kabar nanti dilarang mudik. Sekarang kan belum dilarang sebab masih jauh dari Lebaran. Puasa Ramadhan saja kan belum. Tapi mungkin saya sebelum Ramadhan sudah mudik," katanya Jumat 27 Maret 2020 pagi tadi.  


Kemenhub mengakui bahwa beberapa masyarakat di daerah sudah banyak yang sudah mudik. Padahal, opsi pelarangan mudik demi cegah penyebaran virus corona sedang dikaji, imbauan tidak mudik pun sudah disuarakan. Opsi lain adalah meniadakan mudik gratis.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa tanggal 20 hingga 22 Maret kemarin terjadi beberapa peningkatan penumpang pada beberapa terminal tipe A di luar Jakarta. Penumpangnya pun kebanyakan dari Jabodetabek.

Budi mengatakan kegiatan ekonomi yang lumpuh di Jakarta, disinyalir jadi alasan untuk orang-orang ini pulang kampung lebih awal.

"Kami mensinyalir ada mudik sebelum waktunya. Karena kan kegiatan ekonomi di Jakarta ada penurunan. Catatan kami tanggal 20, 21, 22 ada lonjakan terminal tipe A di daerah yang datang dari Jabodetabek," kata Budi lewat video conference bersama wartawan, Jumat (27/3/2020).

Kebanyakan, Budi mengatakan arus lonjakan penumpang terjadi di Jawa Tengah, mulai dari Wonogiri, Purwokerto, hingga Solo. "Ada beberapa di Jawa Tengah yang ada lonjakannya, di Wonogiri, Purwokerto, Solo dan beberapa tempat lain. Mappingnya memang banyak yang cenderung balik ke daerah masing-masing," kata Budi.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Menteri Perhubungan Adita Irawati menambahkan, dirinya baru saja mendapatkan laporan mengenai jumlah orang dalam pemantauan (ODP) karena virus corona meningkat di Sumedang. Limpahan penumpang mudik dari Jabodetabek dinilai jadi biang keroknya.

Karena hal tersebut maka Adita menegaskan niat pemerintah untuk melarang mudik. Dia khawatir apabila mudik tidak dilarang jumlah zona merah virus corona makin meluas ke daerah lainnya.

"Baru saja kami terima laporan di Sumedang ODP meningkat karena dapat limpahan mudik dari Jabodetabek. Ini tuh belum puncaknya, maka kalau nggak ada pelarangan kita khawatir ini akan makin luas Covid-nya dan menambah zona merah," kata Adita pada kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menjelaskan, begitu pemerintah waktu itu menetapkan wabah virus corona berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), masyarakat mulai balik ke kampung halaman, padahal sudah ada imbauan untuk tidak mudik.

"Jadi saya update dulu situasi terakhir ya. Sebenarnya dari pertama ditetapkan KLB itu beberapa masyarakat sudah melakukan pergerakan kembali ke daerah asal masing-masing," katanya. (hud/det)

×
Berita Terbaru Update