-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sebanyak 32.192 TKI Mudik dari Negara Terdampak COVID-19, Ini Antisipasi BP2MI

Senin, 30 Maret 2020 | 17.22 WIB Last Updated 2020-03-30T10:22:46Z



JAKARTA (DutaJatim.com) - Bukan hanya dari Jakarta, Bogor, Depok,  Tangerang, dan Bekasi saja, para pemudik dari luar negeri juga cukup banyak. Mereka melakukan mudik lebih awal di tengah badai virus Corona. Bahkan juga datang dari negeri yang sejak awal sudah terdampak virus Corona.




Berdasarkan catatan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), total ada 32.192 pekerja Indonesia alias TKI sampai 29 Maret 2020 pulang ke Tanah Air dari negara-negara yang terdampak wabah COVID-19.

Siaran pers Deputi Perlindungan BP2MI Anjar Prihantoro yang diterima wartawan di Jakarta, Senin 30 Maret 2020, mengatakan bahwa mereka merupakan bagian dari 33.503 pekerja Indonesia yang pulang dari 85 negara penempatan hingga 29 Maret 2020.

Sesuai data BP2MI, rinciannya ada 11.566 pekerja Indonesia pulang dari Malaysia, 9.075 pekerja  pulang dari Hongkong, 5.487 pekerja pulang dari Taiwan, 2.799 pekerja pulang dari Singapura, dan 889 pekerja pulang dari Brunei Darussalam.

Selain itu, ada 888 pekerja Indonesia juga  pulang dari Arab Saudi, 756 pekerja pulang dari Korea Selatan, 641 pekerja pulang dari Italia, 46 pekerja  pulang dari Jepang, dan 45 pekerja pulang dari Amerika Serikat. Mereka ini sangat mungkin menjadi media bagi penyebaran COVID-19 sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini.


Untuk itu BP2MI berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berkenaan dengan penanganan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air akibat COVID-19.

"Ini dilakukan agar pemulangan PMI khususnya di wilayah-wilayah perbatasan tidak menjadi pusat episentrum baru penyebaran COVID-19. BP2MI juga terus koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk data kepulangan PMI dari negara-negara yang terdampak virus corona," kata Anjar.


Khusus untuk pekerja Indonesia yang dideportasi dari Malaysia menyusul kebijakan pemerintah negara itu untuk mengunci wilayah, BP2MI melakukan pengawasan dan menyediakan pelayanan bagi mereka di wilayah perbatasan seperti Tanjung Pinang, Batam, dan Nunukan.

BP2MI selain melakukan pendataan juga memeriksa kondisi kesehatan pekerja Indonesia yang baru tiba dari Malaysia. (ndc/ant)




×
Berita Terbaru Update