-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya Salurkan 10 Ton Beras Lewat Muslimat NU Jatim Bantu Atasi Dampak Corona

Thursday, April 30, 2020 | 8:28 PM WIB Last Updated 2020-04-30T13:28:49Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Pandemi Covid-19 seolah menjadi perekat kerukunan antarwarga. Hal itu terlihat dalam bakti sosial Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jatim bersama Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya dalam rangka mencegah dampak sosial Corona di Jatim. 

Dalam bakti sosial tersebut, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya menyerahkan bantuan gelombang pertama kepada Muslimat NU Jawa Timur, berupa 2.000 bungkus beras masing-masing seberat 5 kilogram atau total 10 ton, lalu 2.000 biji sabun cuci tangan serta 5.000 masker. 


Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Paguyuban Masyarakat Tionghoa, Alim Markus kepada Ketua PW Muslimat NU Jatim, Masruroh Wahid dan disaksikan oleh Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di Kantor PC Muslimat NU Surabaya, Kamis (30/4/2020) sore.

Masruroh, dalam sambutannya menuturkan, jika gotong royong yang tercipta ini adalah wujud upaya mengatasi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.


Selain itu, merupakan bentuk persaudaraan kemanusiaan yang luar biasa, sebagai perintah Tuhan agar manusia saling menolong untuk mewujudkan kerukunan. 

"Saya ucapkan terima kasih atas kerelaan bantuan dari Paguyuban Masyarakat Tionghoa," ucapnya. 

Masruroh menambahkan, kerja sama antara Muslimat NU dengan Komunitas Tionghoa bukanlah barang baru. 

Alim Markus pun mengamini pernyataan Masruroh, kalau Hubungan anggota paguyuban dengan Muslimat NU telah terjalin sejak lama. 


"Di Jatim hubungan kita sangat bagus dengan Muslimat NU, dan hubungan ini sangat penting dalam rangka kegotongroyongan," ujar pria yang juga bos Maspion Group tersebut. 




Alim menambahkan, kehadirannya sekaligus mewakili beberapa anggota paguyuban lain yang berhalangan hadir, karena mengikuti imbauan stay at home untuk membantu memutus rantai Covid-19 sesuai imbauan pemerintah. 


"Ini kita sudah kesekian kalinya Paguyuban Masyarakat Tionghoa memberikan bantuan. Saya mewakili mereka karena yang lain takut Covid-19, mau tidak mau saya muncul karena dengan Bu Khofifah kita sudah lama berteman," ujarnya. 

Alim juga mengimbau agar pengusaha dan masyarakat Jatim menaati protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Surabaya. Mengingat hari ini merupakan hari terakhir sosialisasi PSBB.

"Di Jatim ranking yang terkena Corona lebih sedikit daripada DKI. Kita juga menasehati teman-teman supaya menaati protokol Covid-19 agar cepat berlalu," harapnya, seraya menyerahkan secara simbolis bantuan dari Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya kepada Muslimat NU Jatim.(gas)

×
Berita Terbaru Update