Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Para Medis Indonesia-China Pelatihan Tangani Corona

Wednesday, April 29, 2020 | 22:31 WIB Last Updated 2020-04-29T15:31:35Z


JAKARTA (DutaJatim.com) -  Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan wabah virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, KBRI Beijing bersama Kementerian Luar Negeri RI menggelar kegiatan webinar pelatihan tata cara penanganan garda terdepan Covid-19 bersama pakar dari China.  Kegiatan ini didukung oleh Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation dengan mengundang para pembicara para medis dan pakar dari China yang menjadi garda terdepan saat menangani Covid-19 yang melanda negeri itu.

Webinar menghadirkan panelis yang merupakan para ahli medis dari Rumah Sakit Universitas Qingdao (Affiliated Hospital of Qingdao University), yaitu Prof. Niu Haitao, Vice President Affiliated Hospital of Qingdao University, Dept., Prof. Kong Xinjuan, Director of Medical Affairs, Prof. Wei Lili, Assistant President, Prof. Yu Wenchang, Director of Respiratory and Critical Care Department, Prof. Fang Wei, Deputy Director of ICU, Prof. Li Kun, Deputy Director of ICU, Prof. Weng Yunqi, Deputy Director of Emergency Internal Medicine Dept., serta Prof. Feng Wei, Deputy Director of Anesthesiology Department. 

Affiliated Hospital of Qingdao University yang berlokasi di Qingdao, Provinsi Shandong adalah salah satu rumah sakit yang mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan Covid-19 di Wuhan selama 50 hari, termasuk di antaranya menangani pasien-pasien kritis.

Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi para tim medis yang bekerja keras dalam menanggulangi pandemi Covid-19. "Webinar ini diselenggarakan untuk memfasilitasi diskusi antara tim medis Indonesia dengan para ahli Tiongkok terkait penanganan Covid-19. Tim medis Indonesia juga dapat berbagi pengalaman terkait upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang saat ini dihadapi Indonesia, serta bertukar pendapat dengan para pakar Tiongkok," kata Djauhari. 

Dia mengungkapkan terdapat 316 orang peserta aktif terdiri dari para dokter dan tim medis, serta perwakilan lebih dari 25 rumah sakit di seluruh Indonesia ikut serta dalam webinar ini. Topik diskusi antara lain terkait penanganan pasien parah, tata cara menghadapi situasi gawat darurat, upaya perlindungan tim medis dari infeksi virus, upaya pencegahan dan karantina mandiri oleh masyarakat serta pendampingan psikologis dalam menghadapi pandemi. Peserta juga diberikan bahan materi diskusi yang tersedia di situs https://gmcc.alibabadoctor.com. 

"Para peserta mengikuti kegiatan webinar dengan penuh antusias. Kegiatan ini memberikan lesson learn garda terdepan Tiongkok dalam menangani pasien Covid-19, sehingga diharapkan dapat turut berkontribusi untuk bekal tim medis Indonesia dalam menangani pasien Covid-19 di Tanah Air," lanjut Dubes Djauhari.

Webinar ini juga dipandang menjadi kick start rangkaian kegiatan perayaan 70 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok yang jatuh pada tahun ini. “Setelah pelaksanaan webinar ini, KBRI Beijing akan menyelenggarakan serangkaian webinar yang mengundang pembicara pakar di berbagai bidang termasuk digital economy, Telemedicine, E-Commerce, Creative Economy, dan lain-lain,” kata Djauhari. (vvn)

Foto: Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, (kiri) mengikuti webinar antara tim doker China dan Indonesia dari KBRI Beijing, Rabu 29 April 2020.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update