-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Puasa Ramadhan dan Islam Berkembang Pesat di Rusia

Wednesday, April 29, 2020 | 12:06 PM WIB Last Updated 2020-04-29T05:06:47Z


MOSKOW (DutaJatim.com) - Seperti di belahan bumi lainnya, termasuk Indonesia, masyarakat muslim Rusia menunaikan  ibadah puasa di bulan Ramadhan 1441 Hijriyah ini.

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi, saat menyampaikan sambutan memasuki bulan Ramadhan mengatakan, hari pertama puasa di Rusia jatuh tanggal 24 April 2020, seperti di Indonesia.

Puasa kali ini tidak seperti 2-3 tahun lalu yang saat itu bertepatan dengan musim panas. Lama waktu puasa kali ini lebih pendek dari 2-3 tahun lalu, walau masih lebih lama daripada di Indonesia.

Waktu puasa di Moskow, hari pertama puasa, sahur sekitar pukul 02.00 dini hari, Subuh pukul 02.40 dan Maghrib atau waktu berbuka puasa pukul 07.55 malam.  Lama puasa sekitar 17 jam 15 menit. 

Setiap hari terjadi perubahan waktu. Hari terakhir, 23 Mei 2020: sahur sekitar pukul 01.30 dini hari, Subuh pukul 2.04 dan Maghrib pukul 8.50 malam. Lama puasa hampir 19 jam  karena mendekati musim panas.

Shalat tarawih dilakukan sekitar pukul 10.30 malam atau 22.30. Namun bulan puasa kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena di tengah wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Rusia.

Para pemuka agama Islam di Rusia, antara lain Ketua Dewan Mufti Rusia, Sheikh Ravil Gaynutdin, menyampaikan, tidak ada penyelenggaraan shalat berjamaah di masjid-masjid, termasuk Masjid Agung Moskow: seperti sholat Jumat dan sholat Tarawih. Tidak ada penyelenggaraan buka puasa bersama (iftar).

Imbauan kepada umat muslim untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing bersama keluarga, termasuk sholat tarawih dan iftar. Umat muslim dapat mengikuti dakwah dari pemuka agaman/imam masjid melalui internet/online.  

"Mendukung program pemerintah atas kebijakan pembatasan sosial karena kesehatan seseorang sangat penting," katanya.

Setiap tahunnya masyarakat muslim Rusia dengan penuh kegembiraan menyambut bulan Ramadhan. Pada saat sholat Idul Fitri, masjid-masjid dipenuhi jamaah, bahkan jalan/lapangan sekitar majid dijadikan tempat sholat. Untuk tahun ini disesuaikan dengan situasi yang ada sekarang ini.

Ibadah sholat berjamaah, termasuk tarawih, dilakukan  di rumah masing-masing. Di KBRI Moskow tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan, seperti tahun-tahun sebelumnya seperti Sholat Tarawih, tadarus, buka bersama, pengajian.

Saat ini di Rusia, khususnya di Moskow, sedang karantina mandiri dan libur kerja hingga 30 April. Staf KBRI Moskow melakukan Work From Home, memantau perkembangan WNI di Rusia dan Belarus. "Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terinfeksi Covid-19," katanya.

Islam di Rusia

Islam di Rusia sebagai agama mayoritas kedua, setelah Kristen Orthodox. Sejak runtuh Uni Soviet pada Desember 1991, Islam mengalami kebangkitan di Rusia. Peningkatan jumlah umat muslim: sekitar 25 juta jiwa atau  terbesar di Eropa.

Peningkatan jumlah masjid: tahun 1991 sekitar 870 masjid, tahun 2.018 sekitar 8.000 masjid. 

Islam pertama kali masuk tahun 642, atau 10 tahun setelah wafat Nabi Muhammad SAW, ke kota Derbent di Dagestan, Kaukasus, wilayah selatan Rusia. Hampir 350 tahun sebelum masuknya Kristen Orthodoks (tahun 988).

Masuk ke Tatarstan tahun 922, sekitar 66 tahun sebelum diadopsi Kristen Orthodox. Umat muslim di Rusia tinggal dan tersebar hampir di seluruh wilayah Rusia. 

Wilayah-wilayah umat muslim adalah Kaukasus Utara, Volga, Ural dan Siberia Barat. Sebagian besar umat muslim tinggal di sembilan republik atau wilayah bagian Rusia, yaitu Adygea, Bashkiria, Dagestan, Ingushetia, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, Ossetia Utara, Tatarstan, dan Chechnya. 

Wilayah lain yang juga dihuni banyak penduduk muslim adalah Moskow dan St. Petersburg.

"Hubungan erat kerja sama Indonesia dengan Rusia di bidang keagamaan Islam. Kerja sama tidak hanya untuk lebih mempererat ukhuwah islamiah, mempromosikan nilai-nilai toleransi dan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, tetapi juga kerja sama ekonomi, perdagangan, pariwisata dan pendidikan," katanya. (gas) 
×
Berita Terbaru Update