Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Salat Jumat (Juga Salat Tarawih dan Ied) di Tengah Badai Corona

Friday, April 10, 2020 | 17:07 WIB Last Updated 2020-04-10T10:07:01Z


SIDOARJO (DutaJatim.com) - "Fren..., masjid di perumahanmu masih ada salat Jumat? Di perumahanku di Sedati, tidak ada Jumatan. Aku nanti tak salat Jumat di masjid perumahanmu aja."

Budi masih tetap istiqomah Jumatan meski sudah ada imbauan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan MUI agar diganti salat Dhuhur saja bagi daerah yang terjangkit. Salat di rumah. Ini bagian dari ritual physical distancing. Seperti Sidoarjo, Surabaya dan Malang. 

Tapi Budi tidak mau begitu saja ikut imbauan itu sebab tidak wajib. Tidak ada sanksi. Sedang salat Jumat baginya wajib. Dan benar, salat Jumat di masjid perumahan saya, dipadati Jamaah siang tadi (10 Maret 2020). 



Jamaah dari perumahan yang mungkin agar berkurang sebab ada yang ikut imbauan stay at home salat Dhuhur di rumah, tapi sebaliknya jamaah dari luar perumahan juga banyak. Jalan depan masjid di perumahan yang biasanya tidak ada mobil parkir, siang tadi berjajar mobil yang pemiliknya ikut salat Jumat. Mereka adalah jamaah seperti Budi. Yang kesulitan beribadah di masjid di sekitarnya karena tidak mengadakan salat Jumat.

Pada saat bersamaan Erfandi teman saya yang lain sudah dua kali mengaku tidak salat Jumat. Kali ini dia salat Jumat sebab khawatir sanksinya berat bila tidak salat Jumat tiga kali berturut-turut.

Dia pun salat di masjid dekat kantor di Menanggal Surabaya. Tapi tidak berada arena masjid. Di luar. Di jalan. 

"Asal terlihat jamaah lain yang di masjid saja. Tahu gerakan jamaah lain sesuai imam. Sudah dua kali tidak Jumatan, sekarang wajib Jumatan," katanya.

Protokol Kesehatan

Sejumlah masjid di Sidoarjo dan Surabaya memang masih ada Jumatan.


Hanya saja protokol kesehatan diterapkan sehingga tampak berbeda dari biasanya. Masjid Al Ikhlas Bluru Permai Sidoarjo misalnya tiap pintu disediakan hand sanitizer untuk cuci tangan jamaah. Ada juga bilik untuk penyemprotan tapi belum dipakai. Sebagian jamaah bermasker. Hanya saja tidak ada physical distancing sebab shaf tetap rapat.

Jamaah salat Jumat di Masjid Al Ikhlas ini termasuk padat. Banyak jamaah dari luar perumahan.

Pengurus takmir Masjid An Nasuha misalnya, di Kampung Surabayan IV, Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, menjalankan protokol kesehatan.  Sudah ada bilik disinfektan, dan thermo gun.

Jamaah yang datang harus memasuki bilik disinfektan kemudian disambut dengan takmir yang mengecek suhu badan dengan thermo gun.

Bagi mereka yang datang tidak memakai masker maka langsung diberikan masker kain hand made. Di kotak amal juga disediakan hand sanitizer bagi jamaah yang harus cuci tangan sebelum masuk dalam masjid.

Bagi yang kedapatan suhu badan di antara 36,9 hingga 37 derajat ke atas diberi tempat khusus yang terpisah jarak dua meter dari jamaah yang bersuhu badan 36 derajat.


Salah satu tokoh penggerak sosial bernama Jumino,  tampak memegang thermo gun. Dia bertugas mengecek suhu badan jamaah salat Jumat. 

"Kalau suhu badan di atas 37 harus dipisahkan dari jamaah lain. Mereka ditempatkan di areal sendiri asal masih terlihat shaf depan di dalam masjid," ujarnya.

Di masjid di tengah khotbah berlangsung juga membahas tentang ujian Allah melalui virus Corona. Jamaah diajak istiqomah bertobat dan istighfar minta ampun kepada Allah dan menerima cobaan Corona dengan ikhlas. 

Jamaah dianjurkan terus berdoa untuk Surabaya, Jatim dan Indonesia agar virus Corona segera diangkat oleh Allah SWT.


Khotbah Jumat dilaksanakan dalam durasi 10 menit meliputi azan, bilal, khotbah dan doa. Selain itu berjalan seperti lazimnya. 

Salah satu jamaah salat Jumat yang di masjid ini mengaku tidak takut Virus Corona. Kalau untuk urusan salat Jumat sebagai urusan penting dan tidak tiap hari. Jadi dia yakin tidak ada apa. Apalagi hidup dan matinya manusia di tangan Allah.

"Kita ikuti semua imbauan pemerintah. Kalau soal salat kan udah jelas waktunya. Asal jaga jarak dan pakai masker udah aman,"  ujar jamaah masjid bernama Pak Nur. (ima)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update