Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ada Puluhan Produk Karya Putra Bangsa Indonesia Lawan Corona, Ini di Antaranya!

Rabu, 20 Mei 2020 | 15.07 WIB Last Updated 2020-05-20T08:07:08Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Sudah sangat banyak produk berkaitan dengan senjata melawan virus Corona atau Covid-19 dihasilkan putra bangsa Indonesia. Karena itu, bangsa ini semakin yakin bisa menumpas Covid-19 dari bumi Indonesia. Tentu saja perang ini harus dilakukan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia.

Untuk itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan puluhan produk karya tangan putra putri bangsa berupa teknologi maupun inovasi yang bertujuan untuk mempercepat penanganan Covid-19. Setidaknya ada 55 produk dalam negeri yang diresmikan kepala negara melalui siaran langsung secara virtual di Jakarta Rabu 20 Mei 2020 hari ini. Dari puluhan produk tersebut, Jokowi pun telah melihat 9 produk buatan anak bangsa tersebut.

"Hari ini kita patut berbangga karena dari tangan-tangan anak bangsa, dari tangan kita sendiri, kita mampu menghasilkan karya yang sangat dibutuhkan," kata Jokowi, Rabu (20/5/2020).

Adapun beberapa produk yang sudah dilihat langsung Jokowi antara lain Rapid Diagnostic Test IgG/IgM Covid-19, serta sejumlah produk PCR Test Kit Covid-19 yang diyakini sudah bisa diproduksi di atas 100.000.

"Kemarin saya sudah melihat sendiri ada rapid test yang waktu saya tanya bisa produksi berapa, kira-kira 100.000. Kemudian ada ventilator, emergency ventilator. Kemudian juga ada Mobile Bio Safety ini juga bisa kita kerjakan sendiri. Ada produk Immuno Modulator juga sama kita bisa bikin sendiri. Ada Artificial Intelligence untuk mendeteksi Covid. Ini juga bisa kita kerjakan sendiri," katanya.

Ini  9 produk karya anak bangsa yang dilihat langsung Presiden Jokowi :

1. PCR Test Kit COVID-19

2. Rapid Diagnostics Test IgG/IgM Covid-19

3. Emergency Ventilator VENT-I

4. Imunomodulator Herbal Asli Indonesia

5. Plasma Convalesence

6. Mobile Lab Biosafety Level 2

7. Sistem AI untuk deteksi COVID-19

8. Medical Assistant Robot Raisa dan Autonomous UVC Mobile Robot

9. Powered Air Purifying Respirator


Formula Anti-Corona

Sebelumnya Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) RI juga mengklaim telah menemukan formula paling efektif menangkal virus Corona. 

Formula itu kini telah dipatenkan ke dalam tiga bentuk produk penangkal virus Corona yakni inhaler, diffuser oil, hingga kalung anti-Corona. Tiga produk antivirus Corona itu berbasis tanaman atsiri atau eucalyptus. Sedang perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Moderna Inc, juga mengklaim menemukan vaksin bagi virus corona. 

Tanaman eucalyptus atau minyak atsiri yang memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol) dianggap paling berdampak menekan pertumbuhan berbagai jenis virus influenza termasuk Corona. Berdasarkan uji laboratorium Balitbang, eucalyptus mampu membunuh virus influenza, virus Beta dan gamma corona dalam skala 80-100%.

"Dari sekian banyak tanaman herbal yang kita uji, minyak atsiri (eucalyptus) kita punya potensi sangat besar, kemungkinan besar sangat bisa menekan pertumbuhan virus Corona," kata Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, kemarin. 

Produk ini telah diluncurkan dalam telekonferensi bertajuk Launching Anti Virus Corona berbasis Euchalyptus, Jumat (8/5/2020) lalu. Tiga produk yang telah dipatenkan itu rencananya diproduksi dalam bentuk inhaler, balsem atau sebagai minyak tetes biasa yang dapat diteteskan di mesin diffuser, hingga kalung antivirus Corona.
"Kita akan kembangkan secara luas, ada yang bentuknya inhaler, roll on, oil diffuser dan balsem," katanya.

Fadjry menerangkan cara kerja ketiga produk itu dalam menangkal virus Corona dengan cara membunuh virus yang sempat masuk ke tubuh manusia dan menempel di tenggorokan sebelum akhirnya masuk ke paru-paru. Khusus untuk produk diffuser oil dianggap mampu membunuh virus yang ada di udara sebelum akhirnya masuk ke dalam tubuh manusia.

"Ini hasil pengujian kita dalam bentuk inhaler bisa membunuh virus yang di tenggorokan dan saluran napas kita. Kalau diffusser oil itu bisa mematikan virus-virus di udara," tambahnya.

Adapun produk-produk antivirus Corona yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578

2. Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574

3. Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580

Sedangkan, yang masih dalam proses pematenan adalah Minyak atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus terhadap virus avian influenza subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus. Untuk memproduksi produk satu ini rencananya Balitbangtan akan membuka kerja sama secara non ekslusif dengan pihak yang belum disebutkan namanya.

Lalu, apakah ketiga produk tersebut benar-benar mampu menangkal virus Corona? Fadjry mengatakan bahwa hasil telusur ilmiah serta riset daya antivirus pada eucalyptus bahwa senyawa aktif cineole ini berpotensi bisa membantu pencegahan COVID-19 karena senyawa ini dapat mengikat Mpro yang terdapat dalam virus Corona jenis apa pun.


Mpro merupakan main protease (3CLPro) atau enzim kunci dari virus corona yang memiliki peran penting dalam memediasi replikasi dan transkripsi virus. Mpro inilah yang ditarget agar laju replikasi dan transkripsi virus menjadi terhambat.


"Kesimpulan kami bisa (membunuh COVID-19), karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan target bisa membunuh Mpro itu," kata Fadjri.


Menurut Fadjri, hasil penelitian ilmiah terhadap eucalyptus tersebut telah dilakukan lama di laboratorium yang mengantongi sertifikat level keselamatan biologi (Biosavety) Level 3 (BSL3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner. Virologi Kementan pun sudah tak asing lagi menguji golongan virus Corona seperti influenza, beta Corona, dan gamma Corona.

"Kami punya koleksi Corona cukup banyak. Kami meneliti Corona sejak 10 tahun lalu bukan baru sekarang, koleksi kami ada beta Corona, gamma Corona, dan beberapa Corona lain," paparnya. (det/wis/cnbci)

×
Berita Terbaru Update