-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dari Istighotsah ke-7 di Ponpes Amanatul Ummah: Wagub Emil Dardak Datang Minta Doa Ulama

Sabtu, 23 Mei 2020 | 19.22 WIB Last Updated 2020-05-23T12:22:13Z


MOJOKERTO (DutaJatim.com) – Pengasuh  Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, prihatin dengan merebaknya wabah virus Corona. Kiai Asep juga sangat prihatin dengan penanganan wabah virus penyebab penyakit Covid-19 ini yang berdampak merusak  tatanan sosial, ekonomi dan keagamaan. Pasalnya para birokrat di pemerintahan terkesan mengabaikan ulama.


“Selama ada musibah Corona Virus sejak Januari lalu hingga sekarang, belum ada secara resmi maupun tak resmi para birokrat dan pemerintah yang meminta doa agar Corona Virus ini hilang atau lenyap kepada para ulama. Masalah Corona ini sebenarnya adalah tanggung jawab pemerintah. Tapi para ulama juga punya tanggung jawab di bidang spiritual untuk bedoa dan meminta kepada Allah Sang Pencipta. Para birokrat atau pemerintah seolah tak butuh doa para ulama dan kiai,” kata  Kiai Asep -- panggilan  Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim--pada  acara istighotsah untuk hilangnya musibah virus Corona.


Acara istighotsah yang dihadiri ulama, kiai, dan masyarakat merupakan ihtiar Kiai Asep agar Allah SWT memberi pertolongan untuk menghilangkan virus Corona tersebut. Istighotsah yang digelar selama Ramadhan pada tiap Kamis malam Jumat itu dihadiri oleh sejumlah pimpinan ponpes di Mojokerto dan kota-kota sekitarnya. 




Pada Kamis (21/5/2020) malam,  istighotsah di Masjid KH Abdul Chalim kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah itu merupakan yang ke-7 kalinya. Acara ini juga selalu disiarkan secara live di IKHAC TV streaming, setiap hari Kamis malam.



Rangkaian acara istighotsah (doa bersama) selalu dipimpin langsung oleh Kiai Asep. Dimulai dengan Salat Hajat. Memohon doa agar Corona Virus dimusnahkan dari bumi Indonesia oleh Allah SWT, di mana Kiai Asep sendiri bertindak selaku imam salat. 

Salat Hajat ini dijalankan sebanyak 12 rakaat, tiap dua rakaat salam. Kemudian dilanjutkan acara inti istighotsah dan ditutup dengan doa dari tujuh kiai yang terkenal kealimannya dan tinggi ilmu agamanya.

Doa Tujuh Kiai

Dalam acara istighotsah ke-7 tampak agak spesial, karena setelah acara dibuka oleh Kiai Asep ternyata Wakil Gubernur (wagub) Jatim, Dr H Emil Elestianto Dardak, MSc menampakkan diri di tengah jamaah istighotsah. 


Bahkan seusai duduk berdampingan dengan Kiai Asep, Wagub Emil memohon langsung agar para ulama, para kiai dan jamaah yang hadir berkenan berdoa agar segera berakhir musibah Corona ini.   



   

Wagub Emil mengungkapkan, dirinya hadir sebagai wakil pemerintah di acara tersebut. Karena itu, lanjut Wagub Emil, dengan kerendahan hati dan dari lubuk hati yang paling dalam dia meminta doa agar musibah Corona Virus atau Covid-19 ini segera berakhir, khususnya dari wilayah Jatim dan dari bumi Indonesia pada umumnya. 

Kehadiran Wagub Emil ini, tampaknya memang menjawab kekhawatiran dan keprihatinan Kiai Asep. Khawatir Pemerintah melupakan peran ulama dan kiai dalam menghalau wabah virus Corona.


Pada bagian akhir istighotsah, agar seluruh doa dalam istightosah dikabukan oleh Allah, maka Kiai Asep meminta tujuh ulama dari tujuh pesantren berdoa agar musibah Carona hilang atau dicabut oleh Allah SWT.  Para kiai itu adalah KH Mu’id, dilanjutkan doa Syech Achmad Barkawi dari Mesir. 

Seperti diketahui Syech Barkawi sudah bermukim di kompleks Ponpes Amanatul Ummah sejak tiga bulan lalu.   

Doa kiai berikutnya ditunaikan oleh Habib Ali dari Bangil, kemudian ulama khufadz Qur’an dari Ponpes Amanatul Qur’an, KH Syaifuddin, doa kelima dari KH Djamal, Habib Ali Ridlo dan terakhir doa dari KH Abdul Hadi dan ditutup oleh doa Kiai Asep sendiri.

Para ulama, kiai, pejabat, tokoh masyarakat dan jamaah yang hadir pun tampak khusyuk berdoa. Mereka memohon agar wabah segera hilang dari negeri tercinta ini. (Djoko Sahid)


×
Berita Terbaru Update