-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Manfaat Puasa bagi Pendidikan

Jumat, 22 Mei 2020 | 20.30 WIB Last Updated 2020-05-22T13:30:06Z


Selama Ramadhan Redaksi memuat rubrik agama Islam yang disajikan dalam bentuk konsultasi agama. Rubrik ini diasuh oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdurrahman Navis Lc MHI.


Pertanyaan:


Ustadz, banyak saya mendengarkan tentang manfaat puasa baik itu secara dzohir atau batin. Nah, sekarang saya ingin penjelasan dari ustadz, apa manfaat puasa terhadap pendidikan?

N. Azizah

Jl. Sisingamangaraja Sidoarjo



Jawaban:

Ukhti N. Azizah yang baik hati, pendidikan intinya adalah sebuah proses sistematis terencana dari bermacam – macam input atau untuk menghasilkan sebuah out put yang diharapkan. Pendidikan manusia dengan segala karakternya adalah sebuah proses untuk menjadi insan kamil sesuai apa yang digariskan oleh Allah SWT. Manusia akan mencapai derajat yang tinggi dengan ketaatan kepada Allah tetapi sebaliknya akan mencapai titik terendah dengan ingkar kepada Allah SWT. 

Allah berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5)

“Sesungguhya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya kemudian kami kembalikan dia ke ke tempat serendah – rendahnya. (Q.S. al-Tiin 4 – 5).

Puasa adalah salah satu terapi ruhiyah, aqliyah dan jasmaniyah untuk mencapai derajat ketakwaan yang paripurna.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(183)

“wahai orang – orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang – orang sebelum kamu sekalian agar kamu sekalian menjadi orang – orang yang bertakwa. “ (Q.S. al-Baqarah: 183)

Pendidikan manusia mencakup tiga unsur rohani, aqli dan jasmani.

Pendidikan rohani adalah sebuah upaya untuk melatih dan mengarahkan rohani menjadi terbebas dari segala macam dorongan An Nafs Al Amarah Bissuu’ (nafsu yang mendorong berbuat jahat), al-Nafs Allawwamah (nafsu yang suka mencela) untuk menggapai al nafs al Mutthmainnah (nafsu yang tenang).

Puasa dengan pengertian imsak (menahan diri) dapat mengendalikan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa dan pahala puasa yang pada akhirnya dapat mengendalikan segala bentuk dorongan nafsu. Karena puasa kurang berarti kalau hanya meninggalkan makan dan minum sementara perbuatan maksiat masih terus dilakukan. 

Rasulullah bersabda,

كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع والعطاس

“Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan nilai pahala yang sempurna kecuali lapar dan haus.“  (H.R. Bukhori)

Pendidikan “ aqli.“ Akal manusia akan tercemari oleh pengaruh nafsu jahat kalau tidak disterilkan dari pengaruh pemikiran manusia yang inkar kepada Allah dan tidak mengikuti petunjuk Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda,

من ازداد علما ولم يزدد هد


“Barang siapa yang bertambah ilmu tetapi tidah tambah hidayah, maka dia makin jauh dari Allah SWT. “ (H.R. Muslim)

Pendidikan “jasmani“. Puasa selain memang sebagai upaya pengabdian kepada Allah SWT juga bermanfaat meningkatkan kesehatan tubuh. Rasulullah bersabda,
صوموا تصحوا
“Puasalah … ! engkau akan sehat.“ Sehat disini adalah sehat jasmani dan rohani.

Ukhti Azizah yang saya hormati, bulan Ramadlan adalah bulan pelatihan untuk mendidik diri kita, baik itu pendidikan rohani, aqli dan jasmani, agar semua itu tunduk terhadap perintah Allah sehingga dapat mencapai target muttaqiin, itulah pengaruh puasa terhadap pendidikan manusia. Sehingga kita dapat mengamalkannya dan dapat mengambil hikmahnya. Amiin. (*)


×
Berita Terbaru Update