-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengembang Cipta Griya Insani Diprotes Warga, Ada Apa?

Rabu, 13 Mei 2020 | 06.01 WIB Last Updated 2020-05-12T23:01:27Z


LAMONGAN (DutaJatim.com) – Warga Dusun Kaotan Desa Sumberjo Kecamatan Lamongan memprotes pembangunan perumahan yang ada di desa tersebut. Pasalnga, keberadaan perumahan yang dibangun PT. Cipta Griya Insani itu mengakibatkan saluran irigasi pertanian tersumbat. 

Sebagian besar petani protes melihat saluran irigasi mampet. Kemudian mereka dimediasi oleh kepala desa bersama dengan perwakilan pihak pengembang  PT. Cipta Griya Insani menggelar pertemuan bertempat di Kantor Desa Sumberjo Kecamatan Lamongan Senin 11 Mei 2020.

"Saluran air pertanian warga tersumbat dampak adanya pembangunan perumahan Cipta Griya Insani," kata Kastum Hardiyanto salah satu perwakilan warga Dusun Kaotan.

Akibat tersumbatnya saluran air tersebut banyak lahan pertanian warga menjadi banjir sehingga mereka tidak bisa bercocok tanam. Sebaliknya ada sebagian lahan pertanian lain yang kekurangan air sebab air terhenti gegara perumahan tersebut.

Padahal saat ini merupakan musim bercocok tanam bagi warga yang sebagian besar bertani.

” Kami menuntut pihak pengembang untuk segera membuat saluran air, agar irigasi pertanian bisa berfungsi kembali, sehingga tidak merugikan warga yang sebagian besar adalah petani,” ujar Kastum.


Dia mengatakan, saluran air yang ada di desanya sudah ada sejak lama sebelum adanya pendirian perumahan. Pihaknya bersama warga berharap supaya pengembang bisa segera merealisasikan tuntutan warga sesuai dengan hasil kesepakatan dalam mediasi tersebut.

Sumantri Kepala Desa Sumberjo, mengatakan mediasi warga dengan pengembangan perumahan yang difasilitasi oleh pihak desa itu sebagai langkah bersama untuk mencari solusi yang terbaik sehingga tidak menjadi masalah berkepanjangan.

Karena itu Sumantri berharap pihak pengembang perumahan bisa merealisasikan tuntutan warga sesuai hasil mediasi bersama tersebut. 

"Sebab bila tidak,  warga melakukan aksi protes yang lebih besar lagi ke pihak pengembang perumahan,” ungkapnya. (ful)

×
Berita Terbaru Update