-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Akhirnya Rizal Ramli Terima Tantangan Menteri Luhut

Rabu, 10 Juni 2020 | 22.01 WIB Last Updated 2020-06-10T15:01:20Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menantang para pengkritik utang pemerintah agar menemui dirinya. Dia pun meminta agar hal itu tidak hanya dibicarakan di media sosial saja. "Jadi kalau ada yang mengkritik kita, kita juga pengin ketemu. Jadi jangan media sosial saja," katanya dalam acara webinar.

Gayung pun bersambut. Tantangan Luhut itu direspon oleh ekonom senior Rizal Ramli. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut akhirnya bersedia menjawab tantangan Luhut mengingat selama ini dia sering disebut gencar mengkritik utang pemerintah. 

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi, yang mewakili Rizal Ramli, menegaskan, bahwa RR--sapaan mantan menko ekuin  di era presiden Gus Dur--siap menerima tantangan Luhut untuk berdebat.   

"Yang disampaikan oleh Bang Rizal, akhirnya bersedia menjawab tantangan Luhut Pandjaitan," kata Adhie di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2020).
Tak hanya Luhut, RR juga ingin semua tim ekonomi pemerintah ikut dalam debat tersebut. Bahkan, bila akhirnya dia kalah dalam debat, Rizal Ramli pun berjanji akan berhenti mengkritik kebijakan pemerintah. 

"Rizal Ramli kan bukan tokoh kaleng-kaleng. Ketika dia mau keluar menentang kabinet tim ekonomi itu harus ada apa yang dipertaruhkan. Jadi kemarin Rizal Ramli bersedia kalau dia kalah dia tidak akan mengkritik kebijakan ekonomi pemerintahan. Tetapi kalau tim ekonomi (Presiden) Joko Widodo yang kalah, dia minta semua menteri itu untuk mundur," kata Adhie.

Hal itu dilakukan Rizal semata ingin mengingatkan pemerintah bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu harus ada pertaruhannya sehingga masyarakat melihat bahwa kebijakan ini sungguh-sungguh memperhitungkan rakyat atau tidak. 

"Dengan demikian akan lahir tradisi setiap kebijakan pemerintah itu mempertaruhkan nasib rakyat dan nasib pembuat kebijakan," katanya.

Bendahara Umum ProDem, Adam Wahab, rencananya akan menjadi promotor dalam debat tersebut. Adam juga mengatakan akan ada juri yang menentukan siapa pemenang debat tersebut. 

"Setiap debat ada juri karena akan ditentukan siapa yang unggul. Jadi juri itu nanti saya minta dari kedua belah pihak. Kalau dari Pak Luhut Binsar Panjaitan setuju, saya minta tim dari dia dan tim dari Bang Rizal bertemu dengan saya dan tim saya untuk memformulasikan format. Tapi biar fair saya minta nama-nama juri dari mereka (pemerintah) dan nama-nama juri dari pihak Bang Rizal. Dan nanti akan ada juga juri dari saya," katanya.

Dia melanjutkan bahwa rencananya debat ini akan dilaksanakan pada 24 Juni 2020. Pihaknya akan berkirim surat ke kementerian yang dipimpin Luhut terkait bersedianya Rizal Ramli menjawab tantangan Luhut. Untuk tempatnya menunggu konfirmasi dari pihak Luhut. "Tanggal 24 acara debat akan berlangsung, tinggal menunggu konfirmasi dari pihak Luhut Binsar Pandjaitan," tambahnya.


Menarik & Seru

Debat Luhut vs RR ini akan menarik dan seru sebab keduanya sering beda pandangan lewat media massa. Khususnya soal utang Pemerintah. Luhut dan RR pernah sama-sama menjadi menteri di Kabinet Jokowi. Luhut dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menko Kemaritiman dalam Kabinet Indonesia Maju setelah sebelumnya menjabat di Kabinet Kerja. Selain itu, Luhut juga dapat tambahan tugas dari Jokowi di bidang investasi.

Berlatar belakang militer, pensiunan Jenderal TNI yang lahir di Sumatera Utara 28 September 1947 ini pun sempat menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di tahun 2002, di bawah kepemimpinan Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Jauh sebelum mendapatkan jabatan menteri, di tahun 1999 Presiden B.J. Habibie mengangkatnya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Singapura di era krusial awal Reformasi. Kepiawaian Luhut dalam diplomasi dianggap mampu mengatasi hubungan kedua negara yang sempat terganggu dan kurang selarasnya komunikasi antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto.

Dalam 3 bulan pertama masa jabatannya, dia mampu memulihkan hubungan kedua negara ke tingkatan semula. Lalu pada masa Presiden Gus Dur, Luhut ditarik dari Singapura sebelum masa baktinya berakhir dan diangkat jadi Menperindag.

Sebelum menjadi Menko Kemaritiman, dia pernah menjabat Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia pada 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015. Lalu pada 2015 hingga 2016 ia ditunjuk oleh Pesiden Jokowi untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Dia juga sempat menjabat sebagai Plt. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada Agustus 2016 menggantikan Arcandra Tahar.

Sama dengan Luhut, Rizal Ramli juga pernah menjabat menteri. Hanya bedanya RR seorang mantan tokoh mahasiswa, pakar ekonomi dan politikus Indonesia. Dia menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman sejak 12 Agustus 2015.

Jauh sebelum itu, dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) pada periode 2000-2001 di pemerintahan Presiden Gus Dur. Lalu dirinya juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri pada 23 Agustus 2000 hingga 12 Juni 2001 di pemerintahan Gus Dur.

Masih di masa pemerintahan Gus Dur, Rizal pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 12 Juni 2001 hingga 9 Agustus 2001. Dia juga pernah menjadi menteri di era pemerintahan Presiden Jokowi. Kala itu dia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016. (det/dtf/hud)

Foto: Luhut Pandjaitan, Pramono Anung dan Rizal Ramli di Istana Negara. (Antara)

×
Berita Terbaru Update