-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Demo Tolak Kedatangan TKA China hingga Larut Malam

Rabu, 24 Juni 2020 | 02.03 WIB Last Updated 2020-06-23T19:03:31Z


KENDARI (DutaJatim.com) - Kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China gelombang pertama ke Sulawesi Tenggara Selasa 23 Juni 2020 disambut aksi demonstrasi ratusan mahasiswa. Mereka melakukan unjuk rasa hingga Selasa malam menolak kedatangan TKA asal China tersebut. 


Para mahasiswa itu bertahan di simpang empat Bandara Halu Oleo, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, hingga larut malam. Massa terus melakukan penjagaan atas kedatangan 152 TKA asal China yang akan bekerja di PT VDNI, Konawe, Sulawesi Tenggara. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan atas aksi unjuk rasa tersebut beberapa kali mengingatkan massa agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Atas nama undang-undang, saya imbau agar tidak melakukan hal yang melanggar hukum," kata seorang polisi yang berkali-kali memberi peringatan.

Namun massa tidak menggubris imbauan itu. Mereka tetap berada di lokasi tersebut. Bahkan massa pun melemparkan batu ke arah polisi yang hendak membubarkannya. Hal itu terjadi saat polisi menembakkan mobil water canon untuk membubarkan massa. Namun, usaha tersebut belum berhasil hingga polisi mengeluarkan tembakan gas air mata.

Massa pun berhamburan. Namun tetap menyuarakan penolakan atas kedatangan TKA asal China. Massa berjanji aksi unjuk rasa akan dilakukan dalam jumlah yang lebih besar jika pemerintah tidak mempertimbangkan keputusannya untuk tetap mendatangkan TKA di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Tenaga Kerja Asing (TKA) China gelombang pertama itu tiba di Bandara Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh  melakukan pengecekan terhadap visa masing-masing TKA.

Begitu gelombang pertama ini tiba, ARS-- sapaan akrabnya-- langsung meminta visa yang digunakan oleh TKA tersebut. Sidak tersebut sengaja dilakukannya untuk memastikan jika TKA yang datang ini menggunakan visa tenaga kerja.

"Kami sudah melihat, 156 (152 TKA dan 4 tim medis asal Indonesia) ini kami mengambil sampling secara acak dan diperlihatkan visanya kepada kami. Memang visa yang digunakan itu visa 312 atau visa tenaga kerja," kata Abdurrahman Saleh di Bandara Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (23/6/2020).

Tidak hanya melakukan sidak visa terhadap TKA pada gelombang pertama dari total 500 TKA itu. ARS juga menanyakan keahlian masing-masing TKA tersebut.

"Kami juga masih meminta terkait keahlian yang ada pada 15 kategori keahlian," ujarnya.

ARS mengatakan pihaknya akan mengumpulkan semua TKA tersebut. Kemudian, ARS menyebut akan ada putusan selanjutnya. "Kita kumpulkan dulu semua secara konkret baru kita ambil langkah apa yang akan kita lakukan," katanya. (det/wis)


Foto: Massa menggelar aksi demonstrasi sejak siang bersama sejumlah anggota DPRD setempat. (detik.com)

×
Berita Terbaru Update