-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ekonom Drajad Wibowo Siap Dampingi RR Debat soal Utang Lawan Luhut dan SMI

Sabtu, 13 Juni 2020 | 06.22 WIB Last Updated 2020-06-12T23:22:04Z

JAKARTA (DutaJatim.com) - Debat soal utang negara antara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melawan ekonom Rizal Ramli (RR) belum terlaksana. 

Namun pihak Luhut mengklaim sudah mengundang Rizal untuk datang ke kantornya pada Kamis 11 Juni 2020 untuk membahas utang pemerintah. Luhut juga mengundang dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Djamester Simarmata guna dimintai pandangannya soal utang Indonesia. Namun dia menyebut Rizal Ramli tidak hadir. 

Lalu akankah Debat Luhut vs Rizal benar-benar terjadi? 

Sepertinya ini hanya psywar (psychological warfare) saja, perang urat syaraf dengan wacana, mengingat masing-masing mengajukan syarat yang mungkin sulit dipenuhi. Namun, yang jelas, bila benar-benar terlaksana, debat akan seru melibatkan ekonom lain yang kontra maupun propemerintah.

Untuk itu Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad H. Wibowo siap membantu Rizal Ramli, berdebat dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tentang dengan utang pemerintah.

Dradjad, yang juga ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), meminta Luhut untuk mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk mendampinginya. Dradjad berharap pula debat bisa dilakukan terbuka dan lewat webinar. 

"Kalau soal tantangan Bang Luhut itu, ya, setiap saat siap, tapi saya minta harus terbuka, pakai Zoom, supaya masyarakat bisa melihat; pakai Zoom supaya ada rekamannya. Cuma masalahnya Bang Luhut belajar dari beberapa ekonom termasuk dari Mbak SMI (Sri Mulyani Indrawati). Kalau menurut saya sekalian kalau jadi dengan Bang Rizal (Rizal Ramli) terbuka Bang Luhut dengan SMI. Kemudian Mas Rizal sama saya," kata Dradjad dalam diskusi yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Jumat malam, 12 Juni 2020.

Seperti diketahui Rizal Ramli yang merupakan mantan Menteri Keuangan, sering mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi terkait dengan makin membengkaknya utang negara. 

Namun Luhut balik menyerang Rizal Ramli. Bahkan  menantangnya berdebat. Dradjad mengatakan, debat harus terbuka agar publik bisa mengetahui sebenarnya siapa yang tidak memahami data tentang utang. Siapa yang konsepnya matang, apakah mereka yang kurang atau justru sebaliknya.

"Atau mungkin Bang Luhut informasinya kurang lengkap bisa saja, dan kalau sudah diskusi terbuka pakai Zoom nanti akan saya buka-bukaan sedikit," katanya.

Mengenai utang negara, menurut Dradjad, kini masyarakat masih banyak yang belum memiliki data yang cukup. Maka, jika memang siap berdebat, maka ia juga siap membeberkan data-data utang negara pemerintahan Jokowi saat ini.

Tak Koordinasi


Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap pertemuannya dengan dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Djamester Simarmata terkait pandangannya soal utang Indonesia. 

Hal itu ia sampaikan setelah berdikusi terkait tantangan perekonomian Indonesia dengan Djamester di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (11/6/2020).

"Pak Djamester memberikan analisis yang cukup hebat tentang utang Indonesia,"  tulis Luhut di akun resmi Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.

Dalam diskusi itu, Luhut mengungkapkan terjadi perdebatan dengan Djamester. Namun mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu menilai hal itu sebagai hal yang biasa.

Ia justru mengaku senang bisa berdiskusi dengan dosen senior UI tersebut.


"Jika ada perdebatan di dalam teori itu hal yang lumrah. Saya senang sekali bisa berdiskusi dan beradu argumentasi secara ilmiah seperti ini, bukan debat kusir yang tidak jelas titik temunya di mana. Apalagi sampai harus menyiapkan promotor seperti ajang tinju saja," kata Luhut menyindir Rizal Ramli yang tidak hadir.

Bagi Luhut, tak ada yang menang dan kalah dalam adu argumentasi dengan Djamester. Justru dari diskusi itu, Luhut mengungapkan ada satu titik temu.

Lalu mengapa Rizal Ramli tidak hadir? Ternyata Rizal Ramli menyebut, pihak Menko Luhut Pandjaitan tidak berkoordinasi dengan dirinya mengenai penetapan jadwal debat.

"Ya enggaklah (Rizal Ramli tidak akan hadir). Itu mah ngawur, (keputusan) sepihak," katanya.

Menurut dia, pihaknya melalui jejaring aktivis Pro Demokrasi (ProDem), telah menyiapkan debat itu pada 24 Juni 2020.

"Mas Adhie Massardi (perwakilan Rizal Ramli) nanti yang menjadi koordinator dengan jadwal, syarat debat, pool TV dan streaming," ujarnya.

Adhie Massardi sendiri membenarkan ketidakhadiran mantan Menteri Keuangan periode Juni 2001-Agustus 2001 tersebut. Sebab, pihaknya sudah mempersiapkan agenda debat pada 24 Juni 2020.


"Tidak hadir karena acara debat Pak RR dengan LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) sudah didesain teman-teman ProDem," ujarnya. (kcm/vvn)



×
Berita Terbaru Update