-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jokowi Ancam Rombak Kabinet dan Bubarkan Lembaga, Mengapa?

Minggu, 28 Juni 2020 | 23.56 WIB Last Updated 2020-06-28T16:56:08Z


JAKARTA (DutaJatim.com)  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi warning para menteri Kabinet Indonesia Maju. Kepala Negara memerintahkan jajaran kabinet untuk melakukan kerja ekstra luar biasa dalam menangani pandemi virus Corona. Bahkan Jokowi juga siap melakukan perombakan kabinet jika diperlukan. 


"Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," kata Jokowi saat memberi arahan kepada Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas 18 Juni 2020 lalu, seperti yang ditayangkan YouTube Setpres pada Minggu (28/6/2020).


Jokowi menyebut dia juga akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan. Jokowi menegaskan akan mengambil langkah penting untuk memerangi virus Corona. Termasuk membubarkan lembaga.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," katanya.

Dalam video itu Jokowi awalnya menyampaikan bahwa dalam tiga bulan ke belakang dan ke depan merupakan suasana krisis. Dia meminta semua pejabat memiliki perasaan yang sama dan mempunyai rasa tanggung jawab kepada 267 juta penduduk di Indonesia.

Namun Jokowi mengaku masih melihat banyak pejabat yang melihat situasi ini sebagai situasi normal. Padahal, kata dia, kerja pemerintah harus ekstra-luar biasa.

"Kalau saya lihat Bapak-Ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary," ujar dia.

"Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya," katanya. (det/hud)


×
Berita Terbaru Update