-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jokowi: Selain soal Kesehatan, Kita Juga Hadapi Krisis Global

Kamis, 25 Juni 2020 | 22.16 WIB Last Updated 2020-06-25T15:16:52Z

SURABAYA (DutaJatim.com)  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan ke Jawa Timur (Jatim) Kamis 25 Juni 2020 siang sempat menyinggung krisis global. Tentu saja Indonesia juga terdampak krisis ekonomi tersebut.

Presiden menyatakan bahwa kondisi krisis ekonomi global saat ini sudah parah.  Semua itu diakibatkan oleh pandemi virus Corona yang hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

"Sebelum masuk ke urusan kesehatan, saya juga ingin mengingatkan yang berkaitan dengan urusan ekonomi. Kemarin saya mendapat informasi bahwa krisis ekonomi global itu betul-betul nyata, ada benar dan semua merasakan," kata Jokowi  melalui jaringan virtual, Kamis (25/6/2020).

Jokowi melakukan kunjungannya ke Jawa Timur dalam rangka meningkatkan posko penanganan dan penanggulangan COVID-19 di Jawa Timur. Hal itu karena kasus Corona di Jatim tergolong masih tinggi meski angka kesembuhan juga meningkat signifikan.

Jokowi lalu mengutip proyeksi IMF,  di mana tahun ini negara-negara besar akan mengalami penurunan ekonomi yang begitu dalam. Amerika Serikat, Inggris hingga Jepang ekonominya akan minus dan jatuh ke jurang resesi.

"IMF memprediksi bahwa tahun 2020 Amerika pertumbuhan ekonomi akan -8%, Jepang akan minus 5,8%, Inggris akan minus 10,2%, Prancis akan minus 12,5%, Italia akan minus 12,8%, Spanyol akan minus 12,8%, Jerman minus 7,5%," ujarnya.

Hal itu menggambarkan betapa mengerikannya kondisi ekonomi tahun ini. Bahkan IMF menyebut kondisi ini jauh lebih parah dari porak-porandanya ekonomi global pada masa The Great Depression di 1930-an.

"Satu setengah bulan yang lalu saya telepon pada Managing Directornya IMF Bu Kristalina dan dia mengatakan bahwa betul-betul dunia, global berada pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah, yang lebih dari depresi besar 1930," tambahnya.

Kondisi itu menggambarkan betapa wabah COVID-19 benar-benar memberikan guncangan yang besar terhadap perekonomian. Seluruh sisi dihantam, baik permintaan, suplai maupun produksi.

"Artinya apa, demand akan terganggu, kalau demand terganggu supply akan tergantung, kalau supply-nya terganggu artinya produksi juga akan terganggu. Artinya demand, supply, produksi semuanya rusak dan terganggu. Inilah yang juga harus kita ketahui bersama, bahwa kita dalam proses mengendalikan COVID, urusan kesehatan, tetapi kita juga memiliki masalah yang lain yaitu urusan ekonomi," katanya. (dtf/nas)
×
Berita Terbaru Update