-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Siap Bentuk PT Liga Indonesia Modern, Klub Liga 2 Ingin Pisah

Senin, 01 Juni 2020 | 20.49 WIB Last Updated 2020-06-01T13:49:06Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Klub-klub Liga 2 menggugat. Para peserta kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu ingin memisahkan diri dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sebagai gantinya, mereka akan membentuk perusahaan baru untuk mengoperasikan kompetisi Liga 2.


Selama ini Liga 2 di bawah naungan PT LIB. Namun, klub-klub tidak memiliki saham. PT LIB kerap dianggap mengistimewakan Liga 1. 


Karena itu pula, kecemburuan pun akhirnya muncul. Mulai dari perbedaan subsidi hingga pembagian sharing dari siaran televisi.


Jika cerai dengan PT LIB, klub-klub Liga 2 bakal memiliki operator baru. Segala sesuatu mengenai teknis kompetisi mulai dari subsidi, hak siar, dan sponsor bakal berbeda dengan Liga 1. Dari kabar yang beredar, perusahaan pengganti PT LIB nantinya akan bernama PT Liga Indonesia Modern (PT LIM).


"Itu masih opsi. Untuk meringankan dan membantu PT LIB dan PSSI mencari sumber daya kompetisi. Itu saja dengan syarat-syarat dilakukan secara bertahap selama lima sampai sepuluh tahun," kata Gede Widiade, Presiden Persiba Balikpapan, peserta Liga 2, Senin (1/6/2020).



Dengan operator baru nantinya, kata Widiade, beban PT LIB bakal berkurang. Misalnya, pada musim ini saja, perusahaan yang berdiri pada 2007 itu harus membagikan Rp 1,15 miliar sebagai subsidi untuk 24 kontestan.



"Tujuannya pisah dari PT LIB hanya untuk membantu memikirkan dan meringankan pencarian dana untuk Liga 2," jelas Gede Widiade, seperti dikutip dari bola.com.


Widiade mengibaratkan, dengan kondisi seperti sekarang, maka Liga 1 seperti Mercedes-Benz dan Liga 2 seperti Toyota. Menurutnya, Liga 2 sebaiknya tidak bergantung kepada PT LIB dan membuat operator baru.



"Ini seperti di luar negeri. Seperti di Inggris. Setiap kasta kompetisinya punya badan usaha masing-masing," ujar mantan Direktur Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya itu.

Sementara iu PSSI akan mengumpulkan klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 pada Selasa (2/6) ini. Agendanya, membahas nasib kompetisi musim ini. Pasalnya, sejauh ini PSSI belum dapat memutuskan terkait nasib kompetisi, meski sudah mengumpulkan pendapat perwakilan pemain, pelatih, dan klub-klub Liga 1 serta Liga 2.


“Ini keinginan Ketum Mochamad Iriawan. Alasannya, agar opsi yang dipilih PSSI nantinya diterima dengan baik seluruh klub,”kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi, kepada detik.Sport, Senin. 


Yunus tak berani menjamin, agenda ini sebagai penyampaian keputusan kelanjutan liga. Yang pasti PSSI akan menyampaikan opsi-opsi yang akan diambil. Keputusan soal kompetisi akan diambil dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Menurut Yunus, ada kemungkinan rapat Exco digelar setelah pertemuan dengan klub Liga 1 dan Liga 2. (hbd)
×
Berita Terbaru Update