Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati Badrut Tamam: Santri Punya Bekal Jadi Orang Hebat, Ini Buktinya

Senin, 27 Juli 2020 | 16.12 WIB Last Updated 2020-07-27T09:12:12Z


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan bahwa setidaknya ada lima kepribadian yang dimiliki oleh santri. Yang pertama, santri selalu sabar, kedua mandiri, ketiga ikhlas, keempat selalu berakhlaqul karimah, yang kelima memiliki etos dan semangat perjuangan yang luar biasa. 

Sabar itu, kata Badrut Tamam,  tidak terbatas, maka santri dengan kesabarannya, dengan keikhlasan dan kesederhanaan yang luar biasa, dengan etos yang luar biasa dengan akhlaqul karimah, itu biasanya akan melahirkan orang hebat. 


“Baru kemudian ditambah dengan sentuhan dunia akademik, diluar pesantren. Bahwa santri tinggal kemudian bagaimana santri yang mahasiswa yang bergabung dalam organisasi bisa terus melakukan bebarapa langkah luar biasa untuk menjadi generasi luar biasa,” katanya.


Badrut Tamam mengungkapkan hal itu pada saat menjadi keynote speaker dalam acara Pelantikan Pengurus dan Talkshow yang digelar oleh Forum Komunikasi Mahasiswa dan Santri Banyu Anyar (FKMSB)  yang dilaksanakan di Mandepa Agung Ronggsukowati, Senin (27/7/2020). 


Badrut Tamam mengaku bahwa dirinya juga santri, karena itu dia mengajak para santri untuk menjaga identitasnya sebagai identitas utama yang dimiliki. Dia juga mendoakan semoga para santri yang bergabung dalam FKSMB di Pesantren Banyuanyar suatu saat menjadi orang sukses. Misalnya ada yang  jadi presiden, menteri, ada yang jadi gubernur, bupati, kepala dinas ini, pengusaha, dosen dan lain sebagainya.  


“Sudut pandang yang benar itu akan melahirkan tindakan yang benar, salah paham bisa diperbaiki, tetapi jika pahamnya yang salah butuh waktu lama diperbaiki. Artinya apa ? menjadi pemimpin hebat harus berpondasikan epistimologi pengetahuan yang hebat dan ini ada pada diri santri,” katanya. 


“Mumpung masih muda terus menjadi yang terbaik untuk menjadi pemimpin dan menjadi solusi bagi kehidupan masa depan, kehidupan di desa masing-masing, kehidupan  diwilayah kita masing-masing, karena kita sudah memiliki pondasi identitas kepribadian yang tekun, ihlas, sabar dan memiliki pondasi keagamaan yang kuat,” imbuhnya. 

Tiga Kapasitas

Dia mengingatkan bahwa dunia masa depan hanya bisa dipegang oleh orang yang punya tiga kapasitas, pertama yang punya trust atau bisa dipercaya, dan ini ada di santri, jujur. 

Kedua, punya komitmen untuk maju, di pesantren ada etos.  Ketiga yang punya loyalitas, di pesantren ada keikhlasan dan ketekunan.  


Dunia pesantren, lanjut Badrut Tamam, dengan pendidikan kesabaran dan keikhlasan dan kemandirian yang ditanamkan bagi santrinya, akan menjadi bekal bagi santri untuk bisa berdaya saing dalam kehidupan yang kompetisinya semakin ketat. 

Tinggal bagaimana kemudian mempertajam keahlian yang harus dimilikinya. (mas)
×
Berita Terbaru Update