-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hati-hati Ya Bro! Ada "Sultan Jember" Tipu Artis Hingga Bupati

Saturday, July 18, 2020 | 22:08 WIB Last Updated 2020-07-18T15:08:06Z

Sultan abal-abal dan istrinya itu pernah teken MoU sumbangan Rp 200 miliar di rumah dinas Bupati Jember.



JEMBER (DutaJatim.com) -  Modus penipuan dengan label raja atau sultan ternyata masih laku di masyarakat yang sedang sakit seperti sekarang ini. Dulu ada penipuan penggandaan uang dengan modus nama bangsawan Kanjeng Dimas, lalu heboh Raja  Ratu Agung Sejagat asal Purworejo, kini modus serupa dipakai Haduri Wijaya, yang bersama istrinya Hapsari Ningtyas, mengaku sebagai Sultan Jember. 

Nama Sultan Jember pun viral. Bahkan bisa menipu para pesohor mulai artis hingga bupati. Padahal pria yang mengaku sultan itu bukan siapa- siapa. Namun, deretan korban bualannya orang top. Misalnya  disebutkan nama musisi Anang Hermansyah dan Ashanty, mantan Gubernur yang juga Ketua PMI Jatim Imam Utomo, Bupati Jember Faida, dan pengacara kondang Zaenal Marzuki yang menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jember.


Terbongkarnya kepalsuan Haduri dan Hapsari itu  seperti diungkap dalam keterangan resmi PMI Jember pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Kisahnya bermula dari kedatangan pasutri tersebut ke Markas PMI Jember di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari pada Oktober 2019 silam.


Saat itu keduanya mengaku bakal mendonasikan sebagian hartanya senilai Rp200 miliar ke PMI Jatim, dan Rp16 miliar buat PMI Jember.

Kedua orang itu meyakinkan dengan menyebut latar belakangnya sebagai pengusaha tambang di Papua, serta punya seabreg usaha termasuk 300 hotel berbintang.

Omong besar mereka ternyata dipercaya. Hingga mendapat undangan istimewa dari Bupati Faida untuk bertemu Imam Utomo di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Jember pada Jumat, 6 Desember 2019 silam.


Syahdan, terjadilah momen penting berupa penandatanganan nota kesepahaman tentang donasi besar-besaran. Banyak media meliput dan menjadi pemberitaan luas.

Sebab, kala itu Haduri-Hapsari juga mengumbar janji manis akan membangun hotel berbintang, serta rumah sakit guna membantu aksi kemanusiaan PMI.

"Haduri mengaku tertarik dengan kiprah PMI setelah membaca tentang berita-berita dari media massa,” ujar Zaenal Marzuki.


Tamu Istimewa

Sumbangan "Sang Sultan" itu akan diberikan secara simbolis bertepatan dengan acara ulang tahun PMI yang digelar di rumah dinas bupati Jember.

“Selain menyerahkan secara simbolis, Pak Haduri dan istri juga menjadi tamu istimewa dalam upacara Peringatan Hari Sukarelawan PMI tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di alun-alun Jember, keesokan harinya, yakni Sabtu, 7 Desember 2019," lanjut Zaenal.


Namun dari serangkaian kisah glamor tersebut, PMI tidak menyangka jika ulah Haduri-Hapsari rupanya hanya bualan belaka.

Janji donasi sekadar isapan jempol dan berupa seremoni saja. Zaenal maupun pejabat yang pernah percaya pada mereka kini baru sadar bahwa semua itu hanya modus penipuan.
"Karena ternyata hingga saat ini, bantuan dana tersebut tidak pernah terealisasi,” pungkas Zaenal.

Humas PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi juga menjelaskan kronologi serupa soal penipuan yang dilakukan pasangan suami istri itu. "Setelah kegiatan tersebut, PMI masih berkomunikasi dengan mereka hingga Februari 2020," kata Ghufron.


Bahkan, pasangan suami istri itu sempat meminta gambar bangunan klinik dan rumah sakit yang hendak dibangun.  Setelah diberikan, PMI tak terlalu intens berkomunikasi karena sibuk menangani pandemi Covid-19.

Namun dari semua rangkaian kegiatan dan janji tersebut, ternyata donasi senilai Rp 16 miliar hanya janji palsu. PMI tidak menyangka pasangan suami istri itu membohongi mereka.


Meski merasa ditipu, Ghufron mengaku, PMI Jember tak melaporkan kasus ini kepada polisi. Sebab, mereka tak merasa dirugikan dengan tindakan pasangan suami istri itu.

"PMI tidak melaporkan karena dinilai tidak merugikan. Namun, karena ada banyak pertanyaan dari warga, akhirnya PMI memberikan penjelasan terkait donasi tersebut," kata Ghufron.


Gagal Tipu Anang-Ashanty


Aksi tipu-tipu Haduri-Hapsari sebelumnya juga diungkap oleh penyanyi Ashanty--istri Anang Hermansyah. Melalui akun instagramnya, istri Anang tersebut mengaku telah menjadi korban penipuan. 

“Pas liat orangnya, Mas Anang rada curiga, tapi aku iya-iya aja. Apalagi ada link di media online, bahwa dia habis kasih sumbangan Rp 200 Miliar ke PMI Jember. Ternyata sampai sekarang (sumbangan itu) tidak ada alias hoaks,” ujar Ashanty dalam unggahannya pada Jumat, 17 Juli 2020.


Modus yang dilancarkan Haduri-Hapsari cukup unik, karena membeli rumah mewah Ashanty senilai Rp35 miliar tanpa menawar plus membayar sendiri semua pajaknya. Gelagat aneh Haduri-Hapsari mulai terlihat karena disebut Ashanty memaksa meminta surat rumah. 

Beruntung, Anang menahannya agar tidak buru-buru. Bahkan, banyak orang mengirim pesan DM ke Ashanty yang mengabarkan bahwa kedua orang calon pembeli rumah tersebut adalah penipu. 


“Bahkan ada temen publik figur yang sudah kena juga. Aku beneran shock banget sih. Aku share semoga kalian yang lihat mereka bisa aware, karena banyak yang lagi cari mereka,” tutur Ashanty. (sut/ndc)
×
Berita Terbaru Update