-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kapolda Jatim Bagi-bagi Herbal China, Bantu Sembuhkan Corona Ringan-Sedang

Wednesday, July 22, 2020 | 21:47 WIB Last Updated 2020-07-22T14:47:26Z
Kapolda Jatim bersama Gubernur Khofifah.


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Selain upaya medis, ada pula usaha pengobatan non-medis memakai herbal. Obat-obatan tradisional. Selain ompon-ompon asli Jawa, ada pula herbal asal China yang diproduksi secara industri di negeri tirai bambu tersebut untuk mencegah dan menangkal virus corona.

Untuk itu Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran membagikan obat herbal asal China tersebut. Obat bernama Lianhua Qingwen Jiaonang ini diberikan kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Corona guna mempercepat kesembuhan pasien COVID-19 tersebut.

Fadil mengatakan, obat yang diproduksi perusahaan bernama Shijiazhuang Yiling Pharmaceutical Co., Ltd ini dibagikan pihaknya kepada masyarakat yang telah terkonfirmasi COVID-19, dengan gejala ringan hingga sedang.

"Dari kami Polda dan dari Kodam itu membagikan obat herbal, di samping (obat medis) dari teman-teman RS Lapangan dan rujukan. Kami juga membagikan obat herbal kepada masyarakat yang masuk dalam kategori ringan dan sedang," kata Fadil, di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (21/7/2020) malam.

Tak hanya itu, Fadil menambahkan, pemberian obat pada masyarakat Jatim merupakan inisiatif dari dirinya sendiri. Menurutnya, upaya serupa telah dilakukan di Wuhan, China, hingga Jakarta. "Itu inisiatif dari saya, berdasarkan praktik-praktik pengobatan yang sudah dilakukan di beberapa tempat, termasuk di Wuhan sana, termasuk di Jakarta," imbuhnya.

Fadil menyebut, setiap kapsul obat ini mengandung ramuan herbal. Yakni 25 miligram forsythia fructose, 85 miligram ephedrae herba (hiney-fired), 225 miligram lonicerae japonicae flos, 225 miligram isatidis radix, 225 miligram dryopteridis crassirhizomatis rhizoma, 85 miligram pogostermonis herba, 85 miligrams rhodiolae crenulatae radix et rhizoma dan sejumlah kandungan lainnya.

Sejumlah pasien yang mengonsumsi obat ini dinyatakan sembuh. Fadil mencontohkan, sejumlah anak buahnya yang terkena COVID-19 dengan gejala ringan sampai sedang bisa sembuh. Obat ini juga telah digunakan polda-polda di provinsi lain, seperti Polda Sulawesi Selatan dan Polda Kalimantan Selatan.

Namun Fadil juga menegaskan, obat ini bukan untuk pengobatan medis. Tetapi salah satu upaya untuk memperkuat imunitas, agar rumah sakit tidak kewalahan saat dipenuhi pasien COVID-19.

"Ada anggota saya yang meminum obat ini tanpa harus ke rumah sakit kemudian dia bisa sembuh. Jadi tolong dipahami bahwa ini bukan bagian daripada metode pengobatan medis, tapi ini cara-cara kita untuk memperkuat imunitas, berdasarkan praktik-praktik penyembuhan. Dan setelah dikonfirmasi oleh beberapa masyarakat yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan sedang, alhamdulillah sembuh," terangnya.

"Anda bayangkan kalau semua pasien ini kita bawa ke rumah sakit bagaimana tenaga dokter ini mau rilaks, itulah gunanya treatment di basis komunitas ini berjalan baik. Menurut saya ini hal yang positif dan bagus," pungkas Fadil. (det/nas)
×
Berita Terbaru Update