-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menuju New Normal, Ini Tata Cara Resepsi Pernikahan Usulan APEL dan HARPI

Wednesday, July 22, 2020 | 01:30 WIB Last Updated 2020-07-21T18:30:06Z

Simulasi resepsi pernikahan yang diusulkan APEL dan HARPI ke Satgas Covid-19.


LAMONGAN (DutaJatim.com) – Resepsi pernikahan di Lamongan mulai diizinkan, tentunya dengan adaptasi kebiasaan yang baru. Dalam hal ini Asosiasi Penyelengara Pernikahan (APEL) Lamongan dan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) menggelar simulasi pernikahan dan resepsi untuk memberi gambaran kepada masyarakat dan pengambil kebijakan tentang tata pelaksanaan resepsi pernikahan dalam tahapan adaptasi tatanan normal baru (New Normal).

Semua dilakukan karena banyak masyarakat bingung, takut,  dan ingin tahu bagaimana cara menyelenggarakan hajatan yang sesuai Protokol Kesehatan tanpa melanggar Prosedur Tetap (Protap)-nya. 

Panitia acara simulasi pernikahan, Rochmad Setiawan Selasa (21/7/2020), 
mengatakan, “Protap ini akan kami sampaikan ke Gugus Tugas dan mungkin bisa disempurnakan."

Prosesi acara di masa pandemi ini banyak yang dihilangkan, di antaranya prosesi temu manten (pertemuan kedua mempelai pria dan wanita), tukar kembang mayang, pecah telur dan acara sungkeman. 

Selain itu, acara makan atau prasmanan juga ditata. Untuk itu  ada dua opsi, yaitu pakai kotak langsung dibawa pulang atau kalau misalnya pakai katering, tamu tidak boleh mengambil makan sendiri.

"Tapi diambilkan oleh petugas ketering. Petugas ketering juga memakai atribut lengkap, sarung tangan, masker dan face shield. Juga harus dilakukan dengan cara tidak bersentuhan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19,” terang Setiawan.

Untuk prosesi pernikahan, protap juga berlaku untuk tamu yang hadir, seperti penataan kursi hingga cara penyajian hidangan kepada tamu undangan yang memungkinkan berdekatan termasuk juga penataan kursi tamu undangan. 


"Kita hilangkan dulu di masa pandemi ini. Untuk sesi foto ada jeda trap, kemanten di atas dan tamu di bawah. Tamu yang ingin bersalaman juga di bawah panggung tidak boleh ke atas. Jadi protap ini untuk phisycal distancing (jaga jarak) dan jika simulasi pernikahan ini disetujui tim kesehatan maka visualnya akan kami bagikan ke teman penyelengara, ” paparnya.

Berdasarkan simulasi ini, pihak penyelenggaraan Apel dan HARPI mendapat respon positif dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Lamongan, Bupati Fadeli.  Dia memperbolehkan penyelenggaraan hajatan termasuk pernikahan. Namun syaratnya, penyelenggara wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 “Saya memahami apa yang diharapkan oleh para perias, pengusaha katering dan vendor-vendor lain yang terdampak dengan adanya pandemi ini. Dari simulasi ini dapat dijadikan contoh pelaksanaan pernikahan dengan mengadaptasi kebiasaan new normal dengan mentaati protokol kesehatan yang ketat,” kata Fadeli didampingi Kapolres Lamongan AKBP Harun dan Komandan Kodim 0812, Letkol Inf. Sidik Wiyono saat menghadiri acara simulasi di gedung Sport Center Lamongan (SCL) Jalan Basuki Rahmat.

“Kami sambut gagasan teman-teman Apel, karena saya juga tidak ingin ekonomi di Lamongan tetap stagnan. Hal ini akan dijadikan contoh, guna pemulihan ekonomi agar tetap berjalan dan hajatan merupakan salah satu jalan keluar untuk memulihkan perekonomian masyarakat Lamongan," katanya.

Fadeli menekankan, jangan sampai Lamongan yang masih menuju tatanan baru dan tengah mengalami tren penurunan penularan Covid-19 akan muncul klaster baru acara pernikahan. "Acara pernikahan maupun hajatan yang lain diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat," katanya. (ful)
×
Berita Terbaru Update