-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sidoarjo Siap 24 Jam, Kini Juga Terapkan Physical Distancing di Traffic Light

Thursday, July 16, 2020 | 12:29 WIB Last Updated 2020-07-16T09:25:57Z
Aparat kepolisian bersama TNI membuat rambu jaga jarak di lampu stopan Alun Alun Sidoarjo Kamis pagi tadi.






SIDOARJO (DutaJatim.com) - Untuk menekan penyebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bersama Forkopimda menerapkan physical distancing di sejumlah sektor. Bukan hanya di lingkungan kantor, atau sentra PKL, tapi juga di sektor lalu lintas.


Salah satunya menerapkan physical distancing di sejumlah lampu stopan atau traffic light agar pengendara tidak bergerombol saat menunggu lampu kembali menyala hijau. Untuk itu jajaran Polresta dan aparat TNI membuat rambu-rambu di sejumlah titik lampu stopan. Seperti terlihat di lampu stopan atau traffic light Alun Alun Kota Sidoarjo pada Kamis 16 Juli 2020 pagi tadi. 


Sejumlah aparat kepolisian bersama TNI membuat tanda berhenti di lampu stopan untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak sekitar 1 meter.
Posisi kendaraan roda empat (R4) ada di belakang R2. 


Dengan aturan ini, pengendara tidak bisa seenaknya saat berhenti di lampu stopan sebab harus menjaga jarak sesuai tanda yang sudah ditentukan tersebut. Aturan ini selain untuk menekan penyebaran Covid-19 juga untuk melatih kedisiplinan pengendara saat berhenti di lampu stopan.

Sidoarjo Siap 24 Jam

Sementara itu,  Pemkab Sidoarjo optimistis program "Sidoarjo Siap 24 jam" mampu menekan tingginya penyebaran virus corona baru atau COVID-19 di daerah ini.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin saat dikonfirmasi di Sidoarjo,  mengatakan program itu juga diharapkan bisa membangkitkan kesadaran dan mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan.


"Program Kodim 0816 Sidoarjo tersebut dititik beratkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Nur Ahmad di sela peluncuran program "Sidoarjo Siap 24 Jam" di Kantor Kodim 0816 Sidoarjo.

Pihaknya menyambut baik terlaksananya program seperti ini karena bertujuan menciptakan kondisi yang kondusif, aman dan nyaman di Kabupaten Sidoarjo serta sebagai langkah antisipasi munculnya kerawanan-kerawanan disintegrasi bangsa.

"Secara spesifik kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi pada komponen masyarakat untuk mampu dan menghadang gerakan oknum atau kelompok-kelompok yang bertujuan untuk memecah belah bangsa dan menjatuhkan pemerintahan yang sah," ucapnya.

Di samping itu, kata dia, program ini beriringan dengan fase kehidupan transisi tatanan normal baru sehingga akan mampu membangkitkan kesadaran dan mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 saat ini.


"Sampai hari ini penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sidoarjo masih cukup signifikan. Pemkab Sidoarjo telah bekerja sama dengan semua komponen masyarakat dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang terjadi," katanya.

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Muhammad Iswan Nusi mengatakan program "Sidoarjo Siap 24 Jam" untuk menyatukan tiga pilar yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo yakni Pemkab Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo serta Polresta Sidoarjo.


"Melalui kegiatan ini diharapkan terjaminnya keamanan ketertiban masyarakat yang ada di Sidoarjo," katanya.

Ia mengatakan kegiatan patroli gabungan menjadi bagian dari kegiatan Sidoarjo Siap 24 Jam dan pengamanan di tempat-tempat keramaian akan dilakukan bersama.

"Selain itu terdapat kegiatan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat," katanya. (gas/ant)
×
Berita Terbaru Update