-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Badai PHK Pilot Menghantui Amerika: Kini Mereka Pun Jajaki Jadi Pilot Drone

Monday, August 24, 2020 | 3:08 PM WIB Last Updated 2020-08-24T08:08:21Z

 

Ilustrasi Blibli.com



SURABAYA (DutaJatim.com) -  Dunia penerbangan tengah dilanda resesi. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun banyak dilakukan sejumlah maskapai di Amerika Serikat (AS).

Ķarena itu para pilot mulai khawatir akan masa depan pekerjaannya. Bahkan beberapa di antaranya mulai mengantisipasi jika hal buruk terjadi. Yakni mereka benar-benar kena PHK massal dan  terancam menganggur


Salah satu upaya berjaga-jaga agar tidak sampai  jadi pengangguran itu antara lain dilalukan pilot maskapai bernama Michelle Bishop. Pria ini sekarang mulai mengantisipasi kenyataan yang tidak diinginkan para pilot, yakni suatu saat mereka segera dibiarkan tanpa pekerjaan yang stabil. Hidup dalam ketidakpastian.

"Saya hanya mencoba terbang sebanyak yang saya bisa, sementara saya bisa, karena saya menyukainya," kata Bishop seperti dikutip dari CNN, Senin (24/8/2020).


Bishop mengatakan dirinya sudah mencari-cari pekerjaan di situs LinkedIn dan situs pekerjaan lain dalam waktu senggangnya selama berjam-jam. Dari hasil pencariannya, didapatkan satu kesempatan yang menarik minatnya. Pekerjaan itu adalah  mengemudikan drone. Ya, jadi pilot drone. Saat drone sudah bisa melakukan banyak pekerjaan. Operator drone pun semakin banyak.

Aquiline Drones, misalnya.  Startup yang berbasis di Connecticut Amerika Serikat ini ingin menciptakan aplikasi smartphone sederhana dua bulan mendatang. Lewat aplikasi milik Aquiline ini  siapa pun bisa mengambil pekerjaan jangka pendek mulai dari merekam rekaman udara di pesta pernikahan hingga mengambil foto jembatan dan jalan raya untuk departemen pekerjaan umum. Namun syaratnya harus ada lisensinya.

Intinya, startup ingin seperti Uber atau Lyft. Pendiri dari startup ini yakni Barry Alexander, bahkan sudah membayangkan jika nanti ribuan pilot akan menjadi operator drone bersertifikat di perusahaannya. Nah Bhisop berencana bergabung dengan perusahaan ini suatu ketika.

Saat ini, operator drone bersertifikat sangat sedikit. Sangat  jarang.  Tercatat hanya ada kurang dari 200.000 di Amerika Serikat.

 Sejak 2016, Administrasi Penerbangan Federal telah mewajibkan operator drone untuk mendapatkan sertifikasi. Tujuannya agar penerbangan di langit Amerika aman.

Alexander mengatakan, tujuan dibentuknya startup Aquiline membantu melisensikan ribuan operator drone baru yang kebanyakan dari mereka merupakan mantan pilot maskapai penerbangan.


Program lisensi perusahaan, yang disebut "Flight to the Future," dijadwalkan untuk memulai kelas virtual pada 1 September. Siapa pun dapat mendaftar untuk program pelatihan enam hingga delapan minggu seharga USD1.000 atau sekitar Rp14,7 juta (mengacu kurs Rp14.800 per USD) dan Aquiline juga membuka kursus dengan harga terpisah USD800 atau sekitar Rp11,8 juta yang disesuaikan untuk pilot yang sudah memahami seluk beluk terminologi penerbangan, regulasi dan pemantauan cuaca.

Sebagai bagian dari program, Aquiline akan memandu siswa melalui proses perizinan Administrasi Penerbangan Federal dan bahkan mengatur siswa berlisensi dengan LLC mereka sendiri. Opsi untuk membiayai drone adalah USD4.000 atau sekitar Rp59 juta dan asuransi dengan tarif tahunan USD1.500 atau Rp22 juta langsung melalui Aquiline.



Tes untuk sertifikasi pilot drone tidaklah mudah, tetapi ada program pelatihan online yang lebih murah daripada yang ditawarkan oleh Aquiline. Alexander juga mengatakan semua pilot drone Aquiline harus melalui program "Flight to the Future" perusahaan dan menggunakan drone yang disediakan Aquiline, yang semi-otonom, untuk memastikannya bekerja dengan sistem perangkat lunak back-end perusahaan. Sudah lebih dari 1.500 anggota masyarakat umum telah mendaftar, bersama dengan 2.000 pilot.

“Saya sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang drone. Tetapi jika saya harus berhenti terbang, saya ingin kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Bisa mengatur jadwalnya sendiri juga merupakan prospek yang menarik,” kata Bishop. (okz)

×
Berita Terbaru Update