-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dhea Lukita, Putri Jatim Jadi Pasukan Paskibra: Berkat Doa Ibu dari Taiwan

Sunday, August 16, 2020 | 9:35 AM WIB Last Updated 2020-08-16T02:35:24Z

 

Dhea Lukita Andriana. 


SURABAYA (DutaJatim.com) - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bangga kepadanya. Begitu pula masyarakat Jatim. Ya, bangga kepada Dhea Lukita Andriana. Siswi kelas XII SMAN 1 Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, itu merupakan satu-satunya perwakilan siswa dari Pulau Jawa yang terpilih menjadi anggota Paskibraka 2020 yang akan mengibarkan bendara Sang Saka Merah Putih dalam upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta Senin 17 Agustus 2020 besok. 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun twitternya @jokowi seperti dilihat Minggu 16 Agustus 2020 memberi tahu bahwa anggota Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan bendera pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020 di halaman Istana Merdeka hanya 8 orang dari 8 provinsi saja. 

"Mereka juga akan bertugas dalam upacara penurunan bendera, sore harinya," kata Kepala Negara.


Pengurangan jumlah anggota Paskibraka itu, kata Gubernur Khofifah, karena Peringatan HUT Ke-75 RI kali ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. "Pun, tidak ada seleksi Paskibraka Tahun 2020 sehingga pemerintah memutuskan untuk menggunakan Paskibraka Tahun 2019 berdasarkan nilai. Selamat menunaikan tugas negara Dhea!" kata Gubernur.


Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan masyarakat Jawa Timur harus berbangga. Sebab salah satu dari delapan orang anggota Paskibraka 2019 yang bertugas sebagai pengibar dan penurun bendera pusaka di Istana Negara pada perayaaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020 besok berasal dari Jawa Timur.


Apresiasi dan kebanggaan Gubernur Khofifah kepeda Dhea itu disampaikan  langsung saat memberikan sambutan usai menyematkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya pada 180 ASN Pemprov Jatim, kemarin sore. 


Doa Ibu, TKI di Taiwan


Siswi berumur 18 tahun itu sebelumnya telah menjadi Paskibraka nasional tahun lalu, dan kini kembali terpilih. Hal ini diketahui usai Dhea mendapatkan surat penugasan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI pada Senin (27/7/2020).


Seperti dikutip dari Kompas.com, Dhea merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Salim Rajun dan Nursiah. Sejak umur 2 tahun hingga saat ini, dia ditinggal kedua orangtuanya mengais rezeki sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.


Ayahnya bekerja di Malaysia, sedangkan ibunya bekerja di Taiwan. Selama ini, Dhea tinggal bersama kakeknya di Kecamatan Ngunut, Tulungagung Jawa Timur. “Sejak umur 2 tahun Dhea tinggal diurus oleh kakungnya,” cerita Nursiah, ibu kandung Dhea.


Orangtua Dhea mengetahui anaknya terpilih sebagai anggota Paskibraka nasional ketika cuti kerja. Ketika tiba di Kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya, sang ibu biasanya dijemput oleh beberapa saudara termasuk Dhea.


Pada saat penjemputan tersebut Dhea tidak ikut menjemput ibunya, dan mendapat kabar dari kakeknya bahwa Dhea lagi ikut tes paskibraka di tingkat Provinsi, hingga akirnya terpilih.


“Ketika tiba di Surabaya, saya tidak melihat Dhea. Kemudian kakeknya cerita kalau Dhea lagi ikut seleksi paskibraka,” ujar Nursiah.


Mendapat kabar tersebut, ibu kandung Dhea merasa bangga dan bersyukur atas terpilihnya Dhea sebagai anggota Paskibraka di tingkat nasional.


Sejak ditinggal bekerja di luar negeri, Nursiah selalu berdoa agar anaknya kelak menjadi sosok yang taat, berhasil, serta berguna bagi bangsa.

“Saya selalu berdoa, meski dari jauh. Dan rupanya doa kami terkabulkan,” ucap Nursiah dengan mata sedikit berkaca-kaca.

Karena masih dalam ikatan kontrak kerja di luar negeri, ibu kandung maupun ayah kandung Dhea tidak bisa mengantarnya hingga ke Jakarta.

Dalam waktu dekat, orang tua Dhea harus kembali ke luar negeri untuk kembali bekerja.  Kakek yang merawat Dhea dari umur dua tahun juga tidak bisa mengantar karena sudah usia lanjut.


Kesabaran Sang Kakek


Selain itu, kakek Dhea juga mengalami cedera di kaki akibat kecelakaan ketika mengantar Dhea hendak bertugas sebagai anggota Paskibraka di lapangan Rejotangan Tulungagung, ketika ia duduk di bangku SMP. Sang kakek ini dengan sabar merawatnya.


Selasa (4/8/2020) lalu Dhea sudah terbang ke Jakarta untuk mulai berlatih di istana. Dhea mangaku bangga bisa terpilih kembali sebagai Paskibraka nasional. Apalagi dari seluruh Indonesia hanya terpilih delapan orang, tiga perempuan dan lima laki-laki. Dhea satu-satunya yang mewakili Jawa Timur.


"Putrinya dari Jawa Timur, Aceh dan Sumatera Utara. Yang putra dari NTB, Bali, Sulawesi Tenggara, Bengkulu dan Kalimantan Selatan," ujar Dhea.


Masih menurut Dhea, sebelumnya para alumni Paskibraka tahun 2019 sudah diberi tahu akan ada yang ditugaskan lagi. Namun saat itu belum ada kepastian siapa saja yang akan dipilih. Secara resmi Dhea mendapatkan surat penugasan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI pada Senin (27/7/2020).

"Saya dapat surat dari Kemenpora, kemudian dapat telepon dari Dispora Jawa Timur," ungkap Dhea.

Selama menunggu pemberangkatan, Dhea mendapat pembekalan fisik dan latihan baris berbaris dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Nantinya di Jakarta Dhea akan mendapatkan pembekalan ulang.

Selain itu ada seleksi untuk mementukan siapa yang akan bertugas pagi, sore dan siapa yang akan jadi cadangan.  "Harapannya nanti bisa bertugas saat pagi. Tapi terserah nanti bagaimana di sana," katanya. (kcm/nas)




×
Berita Terbaru Update