-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kiai Bunyamin Ruhiat: Protokol Kesehatan Kemenag Bikin Pesantren Kembali Menggeliat

Senin, 31 Agustus 2020 | 10.53 WIB Last Updated 2020-08-31T03:53:39Z

 


TASIKMALAYA (DutaJatim.com) - Pimpinan pondok pesantren Cipasung Tasikmalaya Kiai Haji A. Bunyamin Ruhiat mengapresiasi Kementerian Agama yang telah mengeluarkan protokol kesehatan Kemenag bagi pesantren. Menurutnya, dengan protokol kesehatan yang disiapkan tersebut, pesantren mampu untuk tetap menggeliat di tengah pandemi covid 19. 

"Alhamdulillah Pak Menteri Agama telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan di lingkungan pesantren, ini sangat membantu sekali," kata KH Bunyamin saat menerima Wakil Menteri  Agama Zainut Tauhid di Kampus Ponpes Cipasung, Minggu (30/08/2020).

Menurutnya, dengan patuh pada protokol kesehatan yang disampaikan kepada Kemenag tersebut, pesantren dapat tetap beraktivitas dengan aman dan tercegah dari penularan Covid-19. Kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan ini juga harus dimiliki oleh seluruh warga pesantren, termasuk para orang tua wali santri. 

"Anak-anak yang masuk ke pesantren harus dipastikan mereka sehat. Jadi kalau sedang tidak sehat, kami tidak perbolehkan," kata KH Bunyamin. 

"Insyaallah kalau semua sehat masuk sini, kalau sudah di dalam, tetap aman. Ada poin-poin yang harus dilakuka, insyaAllah itu kami kerjakan. Misalnya, di sini merupakan kawasan wajib masker," imbuhnya. 

Lebih lanjut KH Bunyamin menuturkan, penerapan protokol kesehatan tersebut menjadi solusi akan kekhawatiran masa depan pendidikan di pesantren.

"Dengan adanya covid-19 Ini, ada hikmahnya. Yaitu, kita lebih meningkatkan keimanan terhadap qada dan qadar. Tapi keberlangsungan pendidikan harus juga tetap menjadi pemikiran bersama. Karena ini menyangkut penyiapan generasi mendatang," imbuhnya. 

Kekhawatiran terhambatnya keberlangsungan pendidikan akibat Covid-19 ini juga sempat dirasakan pengurus Pondok Pesantren Cipasung yang memiliki sekitar 2.600an santri. "Namun Alhamdulillah panduan protokol yang dikeluarkan Menag ini menjadi solusi," ungkapnya. 

Menanggapi hal tersebut Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi mengaku turut senang. "Ketika mengeluarkan protokol tersebut, kami pun berusaha menimbang-nimbang. Namun karena dukungan para Kyai yang meyakinkan bahwa protokol kesehatan bisa diterapkan di pesantren, maka kami keluarkan," tuturnya. 

"Kami berharap santri kita tetap bisa belajar dengan nyaman di pesantren, dan tetap aman dari Covid-19," sambungnya. 

Tampak hadir mendampingi Wamenag dalam silaturahmi tersebut, Kakanwil Kemenag Jawa Barat Adib dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. (kmg)

×
Berita Terbaru Update