-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menyatu dengan NKRI, 35 Mantan Napi Teroris Ikut Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Mapolres Lamongan

Tuesday, August 18, 2020 | 10:18 AM WIB Last Updated 2020-08-18T03:18:16Z

 



LAMONGAN (DutaJatim.com) - Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 75 di halaman Mapolres Lamongan tahun ini ada yang berbeda. Hal ini karena pesertanya diikuti 35 mantan Kombatan Narapidana Teroris (Napiter) yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) di Kabupaten Lamongan, Senin (17/8/2020).

Keikutsertaan anggota YLP tidak hanya sebagai peserta upacara. Namun,  3 orang di antaranya juga menjadi petugas upacara, 2 orang bertugas menjadi pengibar bendera Merah Putih yakni Khoirul Mustain dan Syaiful Arif, serta Ustadz Ali Fauzi Manzi alias Salman alias Abu Ridho alias Ikrimah adik trio Bom Bali yang salah satunya dipercaya membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945. Semua dilaksanakan dengan baik tanpa rasa ragu.

Selebihnya 32 orang para mantan napiter sebagai peserta upacara. Ustadz Sumarno alias Asadullah yang adalah keponakan napi Bom Bali I, adalah lulusan pertama pelatihan militer Jama’ah Islamiyah (JI) , tampak bertugas sebagai komandan pleton (Danton). Di belakangnya semua bersikap sempurna dan khidmat.

Ustadz Ali Fauzi Manzi yang juga mantan Kombatan JI mengungkapkan, dia mengaku bangga, YLP selalu dilibatkan dalam setiap upacara HUT RI. Keterlibatan anggota YLP pada upacara HUT Kemerdekaan ini sudah keempat kalinya. "Karena kita ketahui pada tahun lalu YLP melaksanakan upacara di tempat YLP, " ungkapnya.

Hal ini semua sebagai perwujudan YLP ingin menyatu dan meninggalkan masa lalu. Seperti halnya, yang dulu Polri dianggap sebagai lawan, sekarang polri menjadi kawan. "Insya'Allah pembinaan dilakukan secara continue," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP. Harun, S.I.K, SH menyampaikan, bahwa mereka adalah bagian dari NKRI. "Dengan memupuk nasionalisme dan rasa patriotisme anggota YLP tidak bisa diragukan lagi kecintaannya kepada NKRI,"tegas mantan penyidik KPK tersebut. (ful)
×
Berita Terbaru Update