-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tokoh Lintas Agama Deklarasi KAMI untuk Selamatkan Indonesia

Senin, 03 Agustus 2020 | 08.35 WIB Last Updated 2020-08-03T01:35:31Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Sejumlah tokoh berkumpul mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka menilai, negara saat ini sudah melenceng jauh dari yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

Sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Abdullah Hehamahua hingga Said Didu, tampak hadir dalam acara yang digelar di  kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu 2 Agustus 2020.

Mereka menyatakan koalisi ini merupakan gerakan moral yang terbentuk atas keresahan bersama terhadap kondisi bangsa terkini.

"Saya ditanya kenapa datang ke pradeklarasi KAMI, saya bilang hal hal yang baik justru harus ikut. Tiap warga harus berpartisipasi dalam caranya sendiri, dengan atau tanpa kekuasaan di tangan," kata Refly Harun seperti dilihat dalam akun Twitternya @reflyHZ Senin 3 Juli 2020.


Dalam kesempatan itu 
Din mengatakan bahwa KAMI, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, pada pemahamannya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik untuk bersatu. "Kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia," katanya.

Mantan  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengibaratkan, Indonesia bagaikan kapal besar. Namun saat ini kapal itu sedang goyang dan hampir karam. 

Kondisi sekarang, kata dia, terlihat dari jutaan orang yang masih kelaparan, kehilangan pekerjaan, dan praktik korupsi yang terus berjalan. Ia juga menyebut, koalisi ini berupaya menyelamatkan negara agar tidak dikuasai oleh oligarki dan dinasti politik.


Dalam koalisi nanti, disebutkan bahwa akan banyak lagi tokoh yang siap bergabung dan bersama-sama di KAMI. Beberapa nama disebut seperti mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan ekonom senior Rizal Ramli.

Dia mengaku,  teman-temannya yang masih di BUMN saat ini sudah merasa bahwa pembangunan di negara ini sudah berbelok dari cita-cita sebenarnya.

"Saya kira itu saja. Karena saya tahu teman-teman saya di birokrat dan BUMN mereka juga merasa," kata dia. (vci)


×
Berita Terbaru Update