Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Acara Istighotsah di Masjid Baabus Salam Trawas: Prof Dr KH Asep: Ibu Ikfina dan Gus Barra Menang Pilkada, Bea Sekolah Gratis

Sunday, September 6, 2020 | 12:02 WIB Last Updated 2020-09-06T05:02:06Z

 


MOJOKERTO (DutaJatim.com) - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA,  dalam ceramah di tengah jama'ah Masjid Baabus Salam Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, meyakinkan, bila Ibu Ikfina Fatmawati dan Gus Muhammad Al Barra memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020, maka seluruh pembiayaan anak sekolah di Kabupaten Mojokerto digratiskan. 

Hadir dan ikut memberikan kata sambutan dalam acara istighotsah di Masjid Baabus Salam ini adalah Kepala Desa Belik Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, H Muhammad Mursidi. Ikut meramaikan acara ini sejumlah tokoh dan kiai kampung dari desa-desa luar Belik.

"Di bidang pendidikan, Ibu Ikfina Fatmawati dan Gus Muhammad Al Barra saat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, bertekad menggratiskan seluruh biaya operasional sekolah bagi murid-murid  Madrasah Ibda'iyah (MI) jdan Tsanawiyah (MTs), serta bagi murid-murid sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena penyelenggaraan sekolah tingkat dasar dan menengah adalah menjadi kewenangan penuh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas)  Kabupaten, untuk itu bakal dianggarkan lewat APBD II Mojokerto," jelas guru besar yang dikukuhkan di UINSA Surabaya, 29 Februari 2020 itu.

Soal pendidikan harus gratis, kata Kiai Asep, mulai MI, MTs, SD dan SMP jadi tanggungan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) termasuk di Mojokerto. Sekolah di Mojokerto harus jadi termaju di Indonesia. 

"Koq bisa, Pak Kiai? Kenapa gak bisa, sekolah yang saya dirikan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet ternyata sudah bisa menjadi sekolah terbaik di Indonesia. Tiap tahun sudah mendapat award," cetus Kiai Asep berapi-api.

Dikisahkan, pada 2017 mendapat award The Most Favouriting School in Indonesia. Tahun 2018, masih menurut Kiai Asep, Amanatul Ummah mendapat penghargaan The Best Tutoring System School in Indonesia. Selanjutnya tahun 2019, Amanatul Ummah mendapat penghargaan sebagai lembaga pendidikan modern inspiratif nomor satu di Indonesia.

“Tahun 2020 ini sekolah di Amanatul Ummah telah mendapat The Exellent Quality Education of Twenty-twenty,” kata Kiai Asep mencontohkan.

Lebih Maju dari Thailand


Jika sudah demikian, Mojokerto akan menjadi contoh yang adil dan makmur di Indonesia. Karena pemerintahannya clean governance (penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih tanpa korupsi dan berwibawa). Juga pertanian maju mencontoh Taiwan dan tanahnya yang subur harusnya lebih maju daripada pertanian di Thailand. Selama ini masyarakat Indonesia gandrung dan seolah teknologi pertanian di Thailand lebih maju.

"Saya pernah ke Taiwan, model pertaniannya sungguh sangat maju. Ke depan, kita bisa mendatangkan ahli-ahli pertanian dari Taiwan," janji Kiai Asep.

Di Mojokerto punya alam yang indah, menurut Kiai Asep yang juga pendiri institut KH Abdul Chalim ini, wilayah kabupaten dengan 18 kecamatan itu bisa digarap jadi wisata yang bersyariat tanpa kemaksiatan.

Garapan berikutnya, lanjut sang kiai berumur 65 tahunini,  banyak anggota masyarakat yang kondisi sosial-ekonominya tak terpantau. Berikutnya harus dianggarkan untuk rumah-rumah penduduk yang layak huni. 

Kalau anggarannya sekarang Rp 7 juta, maka era kepemimpinan Ibu Ikfina-Gus Barra bisa ditingkatkan dana anggara untuk rumah layak huni sampai Rp 20 juta.

Soal industri, Kiai Asep mengetengahkan,  juga diberikan kesempatan untuk tumbuh di Mojokerto. Tapi dengan janji, pengusahanya harus mempekerjakan tenaga kerja yang padat karya dari penduduk setempat. (oko)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update