-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ormas Tertua "Poesoera" Hingga Kini Masih Eksis, Warisan 4 Dokter dan Ulama Pejuang

Minggu, 27 September 2020 | 04.36 WIB Last Updated 2020-09-26T21:36:43Z

 



SURABAYA (DutaJatim.com) - Pengurus pusat pemuda Pusura masa bakti 2020 - 2024 dikukuhkan dan dilantik Sabtu 26 September 2020, di Hotel Mercure Lt. 5 Jl. Raya Darmo No. 68 - 78 Surabaya.


Selain itu dilakukan pengesahan KSB Pengurus Kecamatan Pemuda Pusura se- Kota Surabaya yang dihadiri 150 orang.


Prof. DR. H. M. Zaidun, SH, M.SI (Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Pusura)  menjelaskan Pusura adalah organisasi sosial yang cukup tua di Kota Surabaya. Pusura   berdiri sejak 26 September 1936.


"Kita patut berbangga, sebab organisasi yang berdiri pada zaman penjajahan Belanda itu masih ada sampai sekarang. Para pengurusnya, benar-benar dapat melaksanakan amanah dari para pendiri dan pengurus sebelumnya," ujarnya.

Berkat kesinambungan kepengurusan itulah, kegiatan Pusura terus berkembang, terutama di bidang sosial. 

Untuk mencapai cita-cita kemerdekaan di kala itu, para pendiri Pusura berusaha secara maksimal meningkatkan harkat dan martabat bangsa. 

Di samping itu, melakukan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa yang ada di Kota Surabaya.

Organisasi yang dulunya memakai ejaan lama “Poesoera” ini didirikan oleh tokoh masyarakat yang berlatar belakang politisi, cendekiawan, pendidik dan ulama. 

Ada empat pendiri Poesoera kala itu yakni dokter pejuang, dr. Soetomo, dr. Soewandi, dr.Yahya, dan dr.Samsi. 

Dari ulama pejuang adalah KH Mas Mansur, H.Nawawi Amin, Koesnan Effendi, H.Manan Edris dan H.Hoesein.

Di masa perjuangan kemerdekaan itulah kegiatan sosial dikembangkan Poesoera melalui kegiatan “sinoman”. 

Kegiatannya selain mengurusi warga yang meninggal dunia, sinoman juga tempat berhimpun warga yang melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Ada delapan bidang yang sebagai kelengkapan kepengurusan, yaitu : bidang humas, organisasi, pemuda, wanita, kesehatan, seni budaya, dan wira usaha.

Penunjangnya, Poesoera membentuk badan otonom yakni Sinoman Kematian Pusura, Wanita Pusura, Gemaas (Generasi Muda Arek-arek Surabaya) Pusura, POB (Persatuan Olahraga Beladiri) Garuda Mas Pusura, Pemuda Pusura, Lembaga Kesehatan Pusura dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pusura. 

"Karena sudah melekat di hati masyarakat Surabaya, ke depan Pusura akan terus melakukan kegiatan yang bernafaskan sosial kemasyarakatan. Masing-masing bidang dalam kepengurusan sudah dan akan terus meningkatkan aktivitasnya. Begitu pula dengan badan otonom yang bernaung di Pusura," jelasnya.

Penanggungjawab kegiatan Moch Taufan Kasianto, mengatakan agenda kali ini dalam rangka memperingati hari jadi Pusura, dengan tema mempertahankan budaya arek sebagai pemersatu bangsa ke-84  Pusura.

Acara kali ini dihadiri Letkol Inf Budi Yuwono, Kasdim, Kapten Inf Ali Imron SE  Pj Danramil Genteng, Kompol A. Junaidi, Polres Tanjung Perak.

Kata Taufan, prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus pusat pemuda Pusura dilakukan untuk masa bakti 2020-2024.

Ketua dijabat, Hoslih Abdullah, Sekretsris Umum Moh Taufan Kasianto, Bendahara Gerry Hermansyah.(ndc/ima)
×
Berita Terbaru Update