-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati Badrut Tamam di Acara Maulid Nabi: Pemerintahan Rusak Karena Korupsi dan Jual Beli Jabatan

Wednesday, October 28, 2020 | 9:24 AM WIB Last Updated 2020-10-28T02:24:31Z

 

Bupati Badrut Tamam bersama Habib Jindan Bin Novel.




PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Senin (26/10/2020) malam menghadiri pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah, di Desa Batukalangan Kecamatan Proppo Pamekasan. Sebagai penceramah panitia mendatangkan Habib Jindan Bin Novel dari Jakarta dan Habib Mahdi Bin Ahmad Al Mudhar dari Probolinggo.


Sebelum acara inti, Bupati badrut Tamam mendapat kesempatan memberikan sambutan. Dia kembali mengungkapkan tentang komitmennya untuk menjadikan jabatannya sebagai pengabdian kepada Allah SWT, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu dia mengungkapkan tentang berbagai program prioritas pembangunan yang dijalankannya. 


“Saya bersama Pak Wabup dan seluruh jajaran memiliki lima prioritas, pertama dibidang pendidikan. Alhamdulillah dibidang pendidikan Pemkab Pamekasan bisa bekerjasama dengan  pesantren-pesantren mengirim orang yang pintar dan mau berprestasi, mengirim orang yang mau menghafal Al Quran, mengirim orang yang tidak mampu, dikerjasamakan dengan pesantren,” ungkapnya.  


Saat ini, kata Badrut Tamam, sudah ada 2000 orang santri yang dikirim ke pesantren. Orientasi dan semangatnya di desa nanti akan ada tiga atau empat setiap tahun orang yang hafal Al Quran. Dan setiap orang yang hafal Al Quran harapannya bisa mendoakan para habib para ulama para masyarakat dan tokoh di desanya masing masing. 


Yang kedua, lanjut Badrut Tamam adalah dibidang ekonomi. Pemkab Pamekasan kini telah melatih ribuan anak muda untuk dilatih keahlian bidang ekonomi. Harapannya suatu saat semua desa-desa di Pamekasan memiliki produk yang sumber daya manusianya dilatih, alat usahanya dibantu, modalnya juga dibantu serta juga pemasarannya.


Ketiga dibidang infrastruktur. Sebelumnya di Pamekasan ada 88 desa selalu mengalami kekeringan. Kini, kata Badrut Tamam,  dengan berbagai upaya dua tahun menjabat sebagai bupati Pamekasan, sudah tinggal 83 desa kekeringan. Selain itu dari sekitar 330 kampung kekeringan kini sudah menurun menjadi  303 kampung kekeringan. Program berantas kekeringan akan terus dijalankan.


Sedangkan yang keempat, dibidang kesehatan. Kini, kata Badrut Tamam, Pamekasan memiliki program Pamekasan Call Care (PCC), program layanan kesehatan. Dalam program ini orang yang sakit tinggal telefon, yang minta jemput difasilitasi akan dijemput untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit atau Puskesmas. 


“Setelah sembuh baru diantar pulang. Semua ini merupakan bagian dari kecintaan kita kepada rakyat untuk mengikuti dan rasa cina kita juga kepada Nabi Muhammad SAW. Dan nawaitunya kami bersama Pak Wabup dan pejabat semua di Pemkab Pamekasan,  jabatan hanya alat pengabdian untuk memberikan yang terbaik kepada rakyat ummat dan bangsa,” katanya. 


Prioritas yang terakhir adalah reformasi birokrasi. Menurut Badrut Tamam rusak tidaknya pemerintahan di mulai dari jual beli jabatan. Rusak tidaknya pemerintahan dimulai dari perilaku korupsi. Dia menegaskan dirinya berkomitmen pemerintah di Pamekasan bersih dari korupsi. 


“Jabatan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Karena pada takut masuk neraka, kita mulai dari diri sendiri menjadikan pemerintahan yang bersih melayani masyarakat memberikan yang terbaik untuk kemudian menjadikan Pamekasan rajje bejreh parjugeh, “ pungkasnya. (mas)
×
Berita Terbaru Update