-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pilkada Sidoarjo Panas, Kubu Paslon Serang Paslon Lain

Wednesday, October 28, 2020 | 11:11 AM WIB Last Updated 2020-10-28T04:11:24Z

 



SIDOARJO (DutaJatim.com) - Suhu politik memanas di Sidoarjo menjelang coblosan Pilkada 9 Desember 2020. Masing-masing kubu calon sesumbar menang pilkada. Tapi yang jadi soal, ada pihak yang menyudutkan calon lain.

Pilkada Sidoarjo Panas, Kubu Paslon Serang Paslon Lain

Misalnya penyataan mantan Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abdin yang sebelumnya menyebut bahwa orang NU yang tidak mendukung cabup PKB adalah khianat.

Tentu saja omongan Zainal dikecam banyak orang. Salah satunya Ketua DPW Barisan Kader Gus Dur  (Barikade Gus Dur) Jatim Ahmad Arizal.

Selain itu ada juga video berdurasi 2,45 menit tersebut bersumber dari ceramah Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanggulangin, Zainal Hayat dalam acara bulanan lailatul ijtima’. 

 
Lewat ceramahnya, Zainal atas nama MWCNU Tanggulangin, mengajak kepada warga Sidoarjo agar memilih pemimpin orang asli Sidoarjo, yakni paslon nomor urut dua, Ahmad Muhdlor-Subandi yang diusung PKB. Ajakan itu wajar. Yang tidak wajar saat dia menyudutkan calon lain. Inilah yang membuatnya dilaporkan ke Panwaslu.

Terkait omongan Zainal Abidin soal khianat,  Ahmad Rizal menuding Zainal orang yang stres dan tidak paham politik dan tidak mempunyai etika organisasi.

“ Saya tegaskan orang menyatakan bahwa jika tidak pilih calon yang diusung PKB dalam Pilkada Sidoarjo itu adalah orang  stres yang tidak faham politik serta tidak mempunyai etika dalam berorganisasi,” tegasnya dalam pernyataannya seperti dikutip dari duta.co, Kamis 28 Oktober 2020.

Mantan Sekretaris PW Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) Jatim itu menambahkan,  soal dukungan ke calon bupati-calon wakil bupati Sidoarjo, Barikade Sidoarjo sudah jelas. Yakni mendukung pasangan  nomor urut 3, Kelana-Dwi Astutik.

“ Barikade  Gus Dur Kabupaten Sidoarjo 18 Oktober 2020  sudah menentukan sikap yakni mendukung pasangan nomor urut 3 Kelana-Dwi Astutik, karena perintah DPP Barikade, dalam pilkada serentak ini, khususnya di Jatim kita tidak mendukung calon yang didukung PKB,” tegasnya.
 
Soal pernyataan Zainal bahwa orang NU yang tidak mendukung calon PKB sebagai khianat, Ahmad malah menuding bahwa elite PKB lah yang telah melakukan pengkhianatan. 


“ Maka perlu diketahui oleh Zainal Abidin malah justru para petinggi PKB lah (Imin cs) yang menjadi pengkhianat,  karena merebut PKB dari tangan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selaku Dewan Syuro DPP PKB yang juga cucu dari Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari.  Sudah saatnya PKB dikembalikan kepada keluarga Gus Dur, “ beber Ahmad.

Ahmad kemudian mengulas soal posisi NU dalam politik praktis. Menurutnya, jika melihat sejarah bahwa NU ini harus kembali kepada Khittah 1926 dan tidak boleh masuk pada urusan politik praktis bahkan urusan dukung- mendukung cabup-cawabup.

 

“NU harus berposisi mengayomi ummat sesuai dengan tujuan utama didirikannya NU diantaranya adalah: memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah dengan mengikuti pola mazhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali serta mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia,” jelasnya.

Lebih jauh Ahmad menjelaskan, sebagai organisasi Islam terbesar di dunia tidak boleh berafiliasi kepada salah satu partai politik karena kader NU tidak hanya ada di satu partai saja tapi kader NU berada di semua partai. 

“Kami berharap tidak ada ketersinggungan di masyarakat bawah dalam kepentingan berpolitik, sehingga masyarakat merasa nyaman dan bebas untuk menentukan pilihannya 9 Desember 2020 mendatang sesuai dengan hati nuraninya untuk memilih pemimpin di daerahnya masing-masing,” tegas Ahmad.

Sebagai Ketua DPW Barikade Jatim pihaknya  menghimbau kepada masyarakat Jatim jangan mudah terpancing atas ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. 


“Gunakanlah hak pilihnya jangan golput, pilih pemimpin yang sesuai hati nurani dan jadikan Jatim aman dari Pandemi Covid-19 yang merebak di masyarakat selama ini,”pungkasnya.

Seperti diketahui Zainal Abidin yang  saat ini menjadi tim sukses cabup-cawabup memberi pernyataan bahwa NU yang tidak mendukung calon PKB dalam Pilkada Sidoarjo 2020 maka orang NU tersebut merupakan pengkhianat.


Dilaporkan Panwaslu

Sementara itu, warga Wonoayu, Daryanto melaporkan video yang diduga berisi kampanye hitam terkait Pilbup Sidoarjo 2020 ke Panwaslu Kecamatan Tanggulangin, Selasa (27/10/2020).

Video berdurasi 2,45 menit tersebut bersumber dari ceramah Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanggulangin, Zainal Hayat dalam acara bulanan lailatul ijtima’.

 
Lewat ceramahnya, Zainal atas nama MWCNU Tanggulangin, mengajak kepada warga Sidoarjo agar memilih pemimpin orang asli Sidoarjo, yakni paslon nomor urut dua, Ahmad Muhdlor-Subandi yang diusung PKB.


“Ayo Sidoarjo ini dipimpin orang asli Sidoarjo. Kenapa harus dipimpin orang lain, di Sidoarjo sendiri ada kok,” katanya.

Zaenal juga menyinggung nomor urut satu, Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar. “Nomor satu itu ada orang PKS-nya. PKS ini grupnya HTI,” ucapnya. Seperti diketahui, paslon nomor urut satu diusung Gerindra, Golkar, PPP, PKS, dan Demokrat.

“Kalau yang jadi nomor satu, semuanya akan diajak pakai celana cingkrang dan cadaran semua. Padahal kita ingin kalau bisa HTI menyingkir dari Sidoarjo,” sambungnya.


Tak berhenti di situ, Zainal juga menyudutkan paslon nomor urut tiga, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang diusung PAN dan PDIP. “PAN ini adalah grupnya Muhammadiyah,” katanya.

“Kalau sampai nomor tiga jadi, maka di mushola dan masjid bisa dilarang qunut. Apa anda mau biasanya qunut kemudian dilarang qunut? Enggak mau,” ujar Zainal.

Karena itu, Zaenal mengajak jamaah untuk menata ideologi dengan tidak memilih nomor satu atau tiga, tapi nomor dua. “Waktu coblosan, nomor satu dibuka kartunya, nomor dua dicoblos, nomor tiga ditutup,” katanya.


“Tidak perlu takut. Insyaallah di Tanggulangin, NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, semuanya termasuk IPNU-IPPNU-nya, bersatu, memilih, siap menjadikan nomor dua sebagai bupati Sidoarjo,” tandasnya.

Bagi Dariyanto, konten video tersebut meresahkan, karena warga Sidoarjo ingin Pilbup berjalan aman dan damai. Tidak ada gesekan atau kampanye hitam (black campaign) karena memicu kegaduhan di masyarakat.


Karena itu, dia meminta pihak terkait memproses video tersebut, agar tidak ada lagi kampanye hitam yang dilakukan di Sidoarjo. Sebab, hal itu mencederai demokrasi serta membuat Pilbup tidak damai.

“Tujuan laporan saya tidak lain agar pihak terkait, Bawaslu, Gakumdu memproses semua temuan laporan masyarakat terkait adanya kampanye yang melanggar. Apalagi video ini mengandung adu domba, saya minta ditindak tegas,” harapnya.


Sementara itu Ketua Panwascam Tanggulangin, Kholid Muhaimin menyatakan kalau laporan Daryanto sudah diterima dan akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi.

“Atas laporan tersebut, kita akan memanggil semua pihak yang ada di potongan video tersebut guna meminta keterangan atau klarifikasi,” katanya.

Setelah semua pihak dipanggil, baru dilakukan kajian dan menyimpulkan terkait ada dan tidak pelanggaran kampanye dalam konten potongan video yang beredar.


Terkait kegiatan, Muhaimin menegaskan tidak ada laporan atau izin kampanye, karena acara tersebut pengajian bulanan bukan agenda kampanye.

“Sebagai langkah awal kita lakukan klarifikasi kepada panitia acara tersebut dan beberapa pihak, salah satunya Pak Daryanto selaku pelapor adanya video tersebut,” katanya.

Setelah itu dikaji sesuai dengan Undang Undang (UU) pemilu, Peraturan KPU (PKPU), serta dari Bawaslu. Setelahnya, baru disimpulkan dan di laporkan ke Bawaslu Kabupaten Sidoarjo. (DC/bjc)


×
Berita Terbaru Update