-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Desa di Lamongan Alami Kekeringan, PGN Bagikan Air Bersih ke Warga

Friday, October 30, 2020 | 8:56 PM WIB Last Updated 2020-10-30T13:56:06Z

 



LAMONGAN (DutaJatim.com) - Ormas Lintas Agama, Lintas Budaya, Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Timur kembali melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial di Kabupaten Lamongan, Jum'at, 30 Oktober 2020.


Kali ini PGN Jatim Makoda Lamongan memberikan air bersih kepada warga yang sedang mengalami krisis air bersih.


Desa di Lamongan Alami Kekeringan, PGN pun Bagikan Air Bersih ke Warga.


H Muhammad Suhail selaku Ketua PGN Lamongan didampingi oleh Gus Nur Cholis, SE selaku Panglima PGN Lamongan, mengatakan, kegiatan ini difokuskan di Kecamatan Tikung antara lain di Dusun Tikung Desa Bakalanpule, Dusun Sekargeneng Desa Bakalanpule dan  Dusun Culik Desa Pengumbulannadi.


"Hari Ini alhamdulillah kita bisa supply air bersih beberapa truk tangki untuk 3 lokasi tersebut agar  digunakan masyarakat yang sedang mengalami krisis air bersih karena kekeringan panjang. Warga bisa gunakan untuk kebutuhan sehari hari seperti memasak, makan, minum, mandi dan wudhu," katanya.


Pembagian air bersih ini merupakan giat tahunan sejak 3 tahun lalu di Lamongan. Pasalnya Kecamatan Tikung sendiri merupakan langganan krisis air bersih.


"Setiap tahun ketika peralihan antara musim kemarau menuju musim hujan, kekeringan," kata H Suhail.


Sementara itu dihubungi melalui sambungan seluler,  Sekretaris PGN JawaTimur, AR Waluyo Wasis Nugroho mengatakan bahwa giat bhaksos kirim air bersih dari PGN ini sudah berjalan 3 tahun di beberapa daerah di Jawa Timur. 


"Kami meminta kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur untuk memberikan bantuan pembuatan sumur resapan atau sumur bor di daerah daerah yang langganan krisis air bersih di Lamongan, Bojonegoro dan daerah lainya," katanya.


Kali Ini PGN Jawa Timur kirim air bersih tidak hanya sebagai bhakti sosial atau kemanusiaan, namun  ingin menjaga dan melestarikan Pancasila sebagai ideolgi dan jatidiri bangsa. 


"Karena jika kita diam, abai, apalagi pura pura buta terhadap kejadian yang seperti ini contohnya, maka para penyebar ideologi terlarang radikalisme, terorisme, komunis akan masuk lewat program program dahsyat dan setelahnya mereka akan meracuni masyarakat yang telah masuk dalam program mereka dengan ideologi ideologi terlarang tersebut. Maka dari itu kalangan yang waras, kaum nasionalis religius ataupun religius nasionalis tidak boleh diam," kata Gus Wal, panggilannya. (zs)
×
Berita Terbaru Update