-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Etos Kerja Masyarakat Pamekasan Bagus, Tapi Perlu Inovasi

Jumat, 16 Oktober 2020 | 16.32 WIB Last Updated 2020-10-16T09:32:27Z
 Badrut Tamam Saat di acara Tonight Show Net.TV Kamis malam.




PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Bupati Pamekasan Badrut Tamam kembali tampil di Net.TV. Kali ini dalam acara Tonighat Show, yang ditayangkan pukul 21.00 WIB, Kamis (15/10/2020) malam. 


Di acara ini Badrut Tamam kembali menyampaikan tentang berbagai kiat yang dilakukannya untuk membawa Pamekasan menuju Kabupaten Hebat.
Diantaranya upaya Pemkab Pamekasan menghadapi Pandemic Covid 19. Dia mengaku awalnya banyak menemukan masalah yang harus diselesaikan, diantaranya adalah ketidak percayaan masyarakat bahwa covid ini ada, belum lagi ada yang mengatakan bahwa Covid ini halusinasi banyak orang saja.


“Akhirnya saya memilih beberapa pendekatan diantaranya melakukan komunikasi personal hati ke hati. Sehingga dengan komunikasi personal approach itu banyak warga yang akhirnya mengikuti ajakan untuk ikut pakai masker, menyesuaikan diri untuk mulai hidup normal baru dengan  menjaga jarak menjaga kesehatan cuci tangan dan seterusnya,” ungkapnya. 


Dia juga menggalakkan pemberian masker secara gratis kepada warga. Membagi masker bersama untuk mengedukasi masyarakat bahwa sehat itu penting, menjaga jarak itu penting, bahwa menjaga kesehatan itu penting. 


Kampanye itu dia lakukan sambil naik sepeda, bersama komunitas sepeda yang diberi nama ‘Reng Sae’, yang berarti orang baik. 


Terkait kondisi penderita covid di Pamekasan dia mengaku Pamekasan sudah masuk zona kuning zona dengan resiko kecil. Hingga 15 Oktober 2020 kemarin Pamekasan masuk 4 daerah yang sudah masuk zona kuning di Jatim, bersama Kabupaten Sampang, Parusuan dan Tulungagung.



Hingga tanggal 15 Oktober jumlah pasien corona yang sudah sembuh di Pamekasan mencapai 307 orang dan yang tengah dirawat hanya 9 orang. Dari 13 kecamatan yang ada 7 diantaranya sudah masuk zona kuning atau wilayah resiko rendah dan 6 zona orange atau masuk zona resiko sedang.


“Mortalitiet kita sekitar 6,9 artinya kita ini bekerja ekstra sudah semua daya upaya cara strategi kita pakai melindungi masyarakat dari covid-19. Di masjid, di musholla, di pesantren kita umumkan covid ini ada dan berbahaya. Semua tempat kita pakai sebagai media untuk mengedukasi masyarakat,” tuturnya. 


Dia juga menyampaikan tentang batik tulis Pamekasan yang diakuinya sebagai batik tulis terbaik, yang amat beda dengan batik produk daerah lainnya. Beda dalam penggarapannya yang halus,  pewarnaannya soft, walau kini sudah mulai ada warna yang terang.


 Lalu coraknya yang khas, dan kini Pamekasan memiliki pasar batik terbesar di Asia Tenggara terletak Pasar 17 Agustus Jalan Pintu Gerbang Pamekasan.


Tentang etos kerja masyarakat Madura Badrut Tamam mengakui sangat bagus. Namun, katanya, etos saja tidak cukup tapi perlu inovasi. Dia berupaya mengembangkan inovasi untuk  merubah kabupaten Pamekasan yang biasa menjadi kabupaten yang luar biasa. 

“ Sukses pembanguan itu terkait tiga hal, yakni, pemimpinnya benar, visi dan programnya yang bagus, dan partisipasi masyarakat,” pungkasnya. (mas)
×
Berita Terbaru Update