-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lagi-lagi Layang-layang Bikin Listrik Padam, Kali Ini di Madura

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 21.21 WIB Last Updated 2020-10-10T14:21:34Z
Petugas PLN tak lelah mengevakuasi layang-layang yang tersangkut di kabel jaringan PLN. (detik.com) 


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Setelah listrik di wilayah Madiun dan sekitarnya padam gegara layang-layang, kini kasus serupa terjadi di Madura. Tim PLN Jawa Timur kembali menemukan layang-layang menyangkut pada penghantar 150 kV Ujung-Bangkalan sehingga menyebabkan Gardu Induk Sumenep, Pamekasan, dan Guluk-Guluk padam pada Sabtu 10 Oktober 2020 siang pukul 14.56 WIB. Tim PLN bergerak cepat sehingga pemadaman listrik tidak membutuhkan waktu terlalu lama.


"Tim Unit Induk Transmisi JBTB telah berhasil mengevakuasi layang - layang yang menjadi penyebab terjadinya padam di sebagian wilayah Madura," kata Senior Manager General Affairs PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Rasyid Naja. 


Rasyid Naja menjelaskan, timnya dengan sigap menangani pemadaman ini sehingga pada Sabtu sore sekitar pukul 17.56 WIB, sistem telah kembali normal. Beban puncak Madura yang mencapai 270 MW kembali dapat disupplay penuh dan resiko pemadaman lebih luas dapat dihindarkan. 


"Kami laporkan bahwa dengan respon cepat Tim PLN UP3 Pamekasan, pada pukul 18.11 WIB sudah tidak ada lagi pelanggan terdampak padam," kata dia. 


Dia juga memohon maaf atas ketidaknyamanannya, semoga hal ini tidak akan terjadi lagi ke depan. Pihaknya juga tidak pernah bosan untuk menyampaikan dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. 


"Kami sampaikan jangan bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, sebab selain dapat menyebabkan gangguan pada pasokan tenaga listrik, berpotensi bahaya bagi keselamatan masyarakat dan dapat terancam hukuman pidana sesuai dengan pasal 188 KUHP juncto pasal 408 KUHP juncto pasal 409 KUHP," ujarnya.


Seperti diberitakan DutaJatim.com sebelumnya, listrik di sebagian wilayah 8 kabupaten/kota di Jatim padam karena layang-layang. Sebelum terjadi listrik padam, sempat terdengar suara ledakan yang diduga dipicu layang-layang tersangkut di SUTET area Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. PLN pun mencari tahu siapa pemilik layang-layang tersebut. PLN juga melibatkan polisi untuk mencari tahu siapa yang main layang-payang itu.


"Kita koordinasikan dengan polres dan mencari pelakunya," ujar Manager PLN UPT Madiun Suyitno.



Di musim kemarau ini, kata Suyitno, banyak warga bermain layang-layang. Daerah yang banyak dijumpai warga bermain layang-layang adalah Trenggalek, Madiun, dan Tuban. Warga ini, lanjut Suyitno, sering terlihat memainkan layang-layangnya di dekat kabel listrik. "Sering kita jumpai di Trenggalek dan selalu kita tegur dan diturunkan layang-layangnya," kata Suyitno.


"Kita juga sudah ada kerjasama dengan Polda Jatim yang ditandatangani oleh GM Unit induk kami yang di Surabaya, untuk tindakan tegas bagi pemain layang-layang," imbuhnya.


Suyitno menyebut wilayah UPT Madiun pada aliran listrik tegangan tinggi, meliputi Madiun kota dan Kabupaten, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, Magetan, Jombang, Nganjuk, Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan.


"Wilayah kita utara sampai Tuban, Bojonegoro. Kita juga imbau warga jangan bermain-main layangan di dekat kabel listrik," tandasnya. (l6/det)


×
Berita Terbaru Update