-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

NPHD Diteken, Hibah Untuk Masjid-Pesantren Segera Cair

Senin, 12 Oktober 2020 | 16.33 WIB Last Updated 2020-10-12T09:33:45Z

 



PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Senin (12/10/2020), di Pendopo Ronggosukowati, melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah  (NPHD) secara simbolis bersama para pengurus yayasan pondok pesantren dan masjid penerima hibah tahun anggaran 2020.


Pada tahun anggaran 2020 terdapat 379 masjid 365 yayasan dan pondok pesantren yang mengajukan bantuan hibah. Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan verifikasi factual ke masing masing lokasi lembaga ada 374 masjid dan 359 yayasan  dan pondok pesanten yang memenuhi persyaratan untuk  menerima bantuan hibah. 
Besaran hibah untuk masjid Rp 10 juta dan yayasan Pondok Pesantren Rp 20 juta.


Para calon penerima hibah itulah yang melaksanakan penandatanganan NPHD sekaligus pembuatan rekening bagi yang belum memiliki rekening. 

Penandatanganan akan dilaksanakan mulai Senin (12/10/2020) hingga Senin (19/10/2020) mendatang. Acara penandangan tanganan tetap menggunakan protocol kesehatan covid 19.


Kabag Kersa Setdakab Pamekasan Khalifaturrahman dalam laporannya mengatakan penandatanganan ini dalam rangka efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan belanja hibah. Juga  mengikuti peraturan Mendagri Nomor 123 tahun 2018 tentang  perubahan atas peraturan Mendagri Nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan social yang bersumber dari APBD. 


Dalam pengarahannya Bupati Badrut Tamam mengungkapkan pengurus masjid atau guru ngaji memiliki peran urgen dalam pembentukan mental keagamaan dan moralitas anak. Karena itu pemerintah memiliki kewajiban untuk membantu mereka, selain  untuk kepentingan manajemen dan pengelolaan masjid juga untuk kepentingan kesejahteraannya.


“Jadi kalau kemudian misalnya pemerintah Pamekasan 2021 menanggung seluruh  listrik masjid dan langgar, itu perbuatan yang mulia. Karena kita hidup tenang seperti sekarang ini karena perjuangan para leluhur di sini di dalamnya juga ada guru ngaji dan kyai. Karena itu saya merasa senang jika pembangunan Pamekasan itu bersama guru ngaji,” akunya.



Dari pendataan, kata Badrut Tamam, masjid di Pamekasan sebelumnya belum terverifikasi secara bagus, kini sudah terverifikasi. Diketahui jumlah masjid di Pamekasan saat ini  sebanyak 1.103. Baru kemudian jumlah musholla mencapai 3 ribu lebih, dan jumlah pesantren 333 buah. 


Masjid dan pesantren, kata Badrut Tamam,  memiliki peran untuk mendorong masyarakat menjadi semakin makmur dan sejahtera. Karena itu Pemkab Pamekasan  kini membuat program prioritas yang bisa dikerjasamakan dengan pesantren dan guru ngaji di masjid, yakni progran wirusaha baru dan beasiswa santri. 



“Wirausaha baru. Pesantren masa depan guru ngaji masa depan disamping mendidik generasi juga mendorong bagaiman masa depan di sekitar pesantren makmur dengan bekerjasama dengan pemerintah melalui program wirausaha baru, dilatih, dibantu alat, baru kemudian diberi pinjaman modal dengan bunga 1 persen pertahun,” paparnya. 


Yang kedua beasiswa santri. Anak yang tidak mampu namun ingin jadi santri. Mereka dibiayai diberangkatkan dan dikerjasamakan dengan pesantren. Tahun ini ada 2000 orang yang dikirim ke pesantren, tahun depan juga 2000 orang. Dikirim dana tiap bulan untuk belajar, makan ditanggung, terus biaya pendidikan juga ditanggung Pemkab Pamekasan. (mas)
×
Berita Terbaru Update