-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kisah Horor Keluarga Pak Tani Amerika Nyaris Ditarik Jin ke Dasar Sungai (3)

Senin, 12 Oktober 2020 | 20.16 WIB Last Updated 2020-10-12T14:00:12Z


SUNGAI di hutan Kota Philadelphia itu tidak terlalu besar. Tepatnya di Taman Fairmount. Tidak seperti di Indonesia yang tamannya tidak luas, taman di Philadelphia dan kota-kota lain di Amerika Serikat sebagian besar areanya cukup luas. Karena itu lebih tepat disebut hutan kota disertai sungai yang mengalir tidak terlalu deras tapi cukup dalam pada bagian tertentu. Namun di tepinya sebagian besar dangkal sehingga airnya yang jernih mengundang orang yang biasanya jalan-jalan di taman untuk bermain air. 


Bahkan, di Fairmount Park, yang dipayungi rerimbun daun-daun pohon besar, banyak pula ceruk-ceruk mirip kolam-kolam kecil yang dikitari bebatuan besar. Tempat inilah yang jadi jujukan warga kota bermain air. Malah sebagian ada yang melompat dari batu atau tebing ke air. Dan byurr...segar nian rasanya melihat mereka bersenang-senang bersama air. 


"Lokasinya (Fairmount Park) sekitar 30 menit perjalanan dari rumah saya," kata Syarif. 


Saat tiba di lokasi, melihat air jernih, Syarif sekeluarga sangat senang. Anak-anak ingin main di air. Tapi Haiqal melompat ke tengah untuk berenang, ternyata di bagian itu sangat dalam. Berbeda dengan lokasi lain yang disebutkan tadi, lokasi tempat Haiqal berenang ini ternyata jarang orang berenang di situ. "Kami tidak tahu kalau sungai di situ dalam," kata Syarif Syaifulloh.


Sama seperti hutan lain, taman hutan kota ini tentu saja ada penunggunya makhluk halus. Tapi dalam agama diajarkan bahwa makhluk ghoib itu biasa. Sama seperti manusia. Mereka juga berkerumun atau jalan-jalan di taman ini dan berpapasan dengan manusia. Dan saat itu mungkin ada pula yang berenang bersama Haiqal. Lalu bermain bersama. 


Hanya saja Syarif dan keluarganya tidak menyangka bila makhluk ghoib itu kemudian berulah. Mungkin sekadar bersenda gurau. Guyonan kata orang Jawa. Bercanda di air. 


Tapi itu bahaya. Apalagi yang bercanda itu jin. Tidak terlihat. Tidak tahu dia jahat atau baik. 


Berita Terkait: Kisah Horor Keluarga Pak Tani Amerika Nyaris Ditarik Jin ke Dasar Sungai (1)  


Berita Terkait: Kisah Horor Keluarga Pak Tani Amerika Nyaris Ditarik Jin ke Dasar Sungai (2)  


Maka, yang terjadi, jin itu menarik Haiqal hingga nyaris tenggelam. Bahkan, menarik tubuh Syarif yang hendak menolong sang anak. Semula dia mengira ada arus di dasar sungai, tapi sungai ini tidak besar dan airnya tenang. Karena itu, sebelumnya dia heran mengapa Haiqal bisa nyaris tenggelam. Hingga akhirnya dia menyadari suatu hal, ada dunia lain di situ.


"Haiqal ngos-ngosan di air sambil teriak minta tolong. Kami semua semula mengira dia bercanda. Kami tertawa-tawa saja, tapi ternyata tidak. Baru setelah itu saya menolongnya. Setelah menyelamatkan Haiqal, saya kemudian konsultasi ke guru spiritual saya. Lalu ditambah cerita teman saya dari New Jersey. Saat kejadian dia melihat di leher anak saya saat berenang dilingkari makhluk ghoib hitam dan sosok mirip wanita. Cerita itu membuat merinding bulu kuduk saya," kata Syarif.


Seorang ustad, guru dari temannya yang bernama Teh Aay, mengatakan hal yang sama kepada Syarif. Sungai di taman kota itu dihuni jin wanita. Makhluk halus itulah yang menarik Haiqal dan dirinya. "Bukan hanya Haiqal, saya juga sempat ditarik ke tengah sungai. Bagi saya ini adalah suatu yang tidak lazim. Karena saya bisa berenang," katanya.


Devil's Pool


Peristiwa horor yang menimpa keluarga Syarif itu bukan yang pertama. Pada September 2013 silam juga terjadi hal serupa. Media setempat bahkan menjuluki kejadian di lokasi tersebut sebagai  Friday at Devil's Pool. Lokasinya sama, pada area renang di sungai yang terletak tidak jauh dari Valley Green Inn di Fairmount Park.


Kolam di hutan kota jadi tempat warga bermain air. (swimmer's daily)


Korbannya juga dua orang. Satu pria yang diidentifikasi sebagai Pete Luciano berusia 41 tahun dan putranya Jordan Luciano yang berusia 13 tahun. Saat itu tim penyelamat dikerahkan. Petugas juga memastikan bahwa sungai itu cukup dalam sehingga membuat orang yang tidak hati-hati bisa tenggelam.  





Luciano dan keempat anaknya ketika itu sedang menikmati hari di sepanjang sungai. Tiba-tiba Jordan ingin bermain air. Bahkan dia berenang. Saat bocah itu direnggut oleh air, ayahnya melompat untuk menyelamatkan anaknya tapi dia merasa kesulitan. 


Tiga anaknya yang lebih kecil menyaksikan dengan ngeri di sepanjang tepi sungai. Anak-anak itu kemudian ada yang berlari kembali ke Valley Green Inn untuk memberi tahu orang dewasa lainnya bahwa mereka membutuhkan bantuan. Lainnya menghubungi 911 juga untuk minta bantuan. Tapi Pete dan Jordan tidak tertolong. Maka sebagian warga pun kemudian menganggap di sungai itu ada yang "mbau rekso" alias penunggunya. (Habis-gas)



×
Berita Terbaru Update