-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Biadab! ISIS Serang Kampus di Kota Kabul, 22 Tewas

Tuesday, November 3, 2020 | 10:21 AM WIB Last Updated 2020-11-03T03:21:37Z
Korban luka serangan di kampus di Kota Kabul dilarikan ke RS. (Getty Images)


KABUL (DutaJatim.com) - Teroris jelas tidak memiliki kelamin atau ideologi. Mereka bukan muslim atau agama apa pun. Mereka musuh bersama umat manusia dari berbagai agama. Mereka menyasar bukan hanya negeri non-muslim seperti Prancis dan Austria, tapi juga negara yang penduduknya mayoritas Islam seperti Afghanistan.  


Biadab! ISIS Serang Kampus di Kota Kabul, 22 Tewas


Lihat saja di Kabul Afghanistan. Hampir berbarengan dengan serangan di Kota Wina Austria, sejumlah orang bersenjata pada Senin (2/11/2020), juga menyerbu Universitas Kabul. Akibatnya 22 orang tewas, termasuk beberapa mahasiswa yang tengah belajar di ruang kelas mereka.


Kelompok garis keras ISIS menyatakan berada di balik serangan itu, yang disebut Presiden Ashraf Ghani sebagai "tindakan teror yang tercela".


Dalam pesan video, Ghani, yang pernah mengajar di universitas tersebut, mengumumkan hari berkabung nasional untuk menghormati para korban.

Dia juga menyampaikan "belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada bangsa" dan keluarga para korban. "Lembaga akademis ini masih membuat hati saya bergetar,” ujarnya. "Serangan hari ini membuat kita berduka," katanya lagi.


Kementerian kesehatan menyatakan tiga penyerang menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk sejumlah mahasiswa, dan melukai 22 lainnya sebelum pasukan keamanan Afghanistan menembak mati orang-orang bersenjata itu.  Serangan tersebut diklaim oleh ISIS, menurut Amaq, kantor berita milik kelompok garis keras itu.


Amaq menyebutkan orang-orang bersenjata menargetkan acara di universitas tersebut yang diadakan untuk menandai akhir suatu kursus pelatihan.


Foto-foto yang dibagikan oleh seorang pejabat tinggi pemerintah memperlihatkan beberapa mahasiswa tewas terbaring di ruang kelas, beberapa meninggal di samping buku mereka. Dalam foto, seorang mahasiswa tampaknya ditembak saat dia memanjat keluar jendela. Sungguh biadab.


"Mereka menembaki setiap mahasiswa yang mereka lihat ... Mereka bahkan menembaki para mahasiswa yang sedang lari menyelamatkan diri," kata saksi mata, Fathullah Moradi kepada Reuters.


Kelompok gerilyawan Taliban mengeluarkan pernyataan mengutuk dan menyatakan sama sekali tidak terlibat dalam serangan terbaru itu.  Serangan pada Senin kemarin merupakan yang kedua kalinya terjadi terhadap sebuah lembaga pendidikan di ibu kota Afghanistan, hanya dalam waktu seminggu.


Pada 24 Oktober 2020, seorang pengebom bunuh diri menewaskan 24 orang, termasuk beberapa pelajar remaja, di sebuah pusat pendidikan di Kabul. ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, tanpa memberikan bukti.


Kekerasan telah melanda Afghanistan ketika para juru runding pemerintah dan Taliban melakukan serangkaian pertemuan di Qatar dalam upaya membuat kesepakatan perdamaian. Kekerasan juga berlangsung pada saat Amerika Serikat membawa pulang pasukannya.


Dalam sebuah unggahan di Twitter, Istana Kepresidenan mengumumkan satu hari berkabung pada Selasa hari ini.  Pada masa berkabung, bendera Afghanistan akan dikibarkan setengah tiang di negara itu dan di kantor-kantor diplomatiknya di seluruh dunia. (ant/wis)

×
Berita Terbaru Update