-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masalah Otsus Papua, Tokoh Papua: Berhasil dan Tak Gagal

Friday, November 6, 2020 | 5:28 PM WIB Last Updated 2020-11-06T10:28:44Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com) - Tokoh Intelektual Papua Moksen Idris Sirfefa mengatakan, bahwa pihaknya sudah lama sekali mengikuti perkembangan dana otonomi khusus (Otsus) Papua. Menurutnya, Otsus Papua berhasil dan tidak gagal. Kalau dikatakan ada masalah karena kebijakan dan SDM yang tak tercapai itu harus diperbaiki. 


“Ini tolong dipahami bahwa adanya Otsus menjadi jalan tengah. Pemerintah mengambil kebijakan adalah hasil kesepakatan antara Pemerintah dengan orang Papua jalan tengahnya melalui Otsus,” ujarnya seusai acara Webinar Moya Discussion Group di Jakarta, Jum’at 6 November 2020.


Menurutnya, ada lima hal yang menjadi ranah dicapai dana Otsus diantaranya: kesehatan, pendidikan, perekonomian masyarakat, infrastruktur dan afirmasi bagi orang asli papua. “Dalam hal ini, pemerintah punya program baik,” ungkapnya.


Moksen mengungkapkan, peningkatan beasiswa ada 3 level seperti: SMA, Vokasi, pendidikan spesifik seperti dokter dan lainnya berasal dari dana Otsus. Ia mengungkapkan tahun ini ada 20 farmasi di Rusia yang memanfaatkan  dari dana Otsus Papua. 


“Sayangnya apa yang dilakukan Pemerintah dalam  komunikasi publik lemah dan tidak mengenalkan  keberhasilan dana Otsus,” ujarnya. 


Menurutnya, selama 20 tahun hanya melihat duit saja, itu salah. Sebab, ada sektor strategis didalamnya. Kedepan harus komprehensif agar memperkuat dana Otsus agar daerah berdaya. 


“Tentunya, perlunya transparansi dan pengawasan dalam anggaran demi kemajuan Papua," paparnya. 


Dikatakannya, orang Papua ini watak ada tiga atau  kebiasaan talenta. Ia menyebutkan ada tiga  garis besar bisa menjadi Pamong atau ASN, politisi,  petani nelayan dan buruh. Dia mengajak kepada pemuda Papua untuk melihat teknologi, dunia global yang kompetitif.

 
“Tiga kepemilikan dasar kepemilikan dasar ini apakah bisa bersaing dengan dunia yang terus berubah dan ini adalah tantangan global. Di Papua itu akan dihadapkan dengan perkembangan ekonomi kawasan terutama di kawasan Pasifik. Amerika dan China punya tempat bermain. Apakah dengan kualitas dari efek ekologis dan bisakah kita menghadapi dua Negara raksasa. Tentunya, kita optimis Papua bisa maju dan sejahtera dengan pendidikan yang baik,” tandasnya.



Moya Discussion Group: Unity In Diversity mengangkat tema "Manfaat Otsus Bagi Pendidikan & Pengembangan Pemuda Papua. Narasumber; Tokoh Intelektual Papua Moksen Idris Sirfefa, Direktur Institute Kalaway Muda Nanny Uswanas, Pemerhati Papua dan Politik Internasional Prof. Imron Cotan, Tokoh Pemuda Ali Kabiay dan Moderator: LHKI PP Muhammadiyah Herry Sucipto. (hud)
Capthion foto: Tokoh Intelektual Papua Moksen Idris Sirfefa. (hud)
×
Berita Terbaru Update