-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Syarif Syaifulloh (WNI di AS): Skor Trump Vs Biden 50:50

Tuesday, November 3, 2020 | 9:16 PM WIB Last Updated 2020-11-03T14:16:38Z
Syarif Syaifulloh di antara penjagaan yang diperketat di area City Hall Kota Philadelphia.

PHILADELPHIA (DutaJatim.com) - Pemilihan  Presiden Amerika Serikat (AS), antara sang petahana Donald Trump melawan Joe Biden, berlangsung sengit, Selasa 3 November 2020 sore WIB. Salah seorang WNI di Kota Philadelphia, negara bagian Pennsylvania, Syarif Syaifulloh, melihat langsung betapa ketatnya persaingan antara kedua kandidat presiden AS tersebut.  


"Hari ini dalam analisa saya 50:50, masing-masing kubu mengatakan bahwa poling survey Capres Donald Trump dan Joe Biden menang. Dalam analisa saya seharusnya memang kemenangan ada di pihak Trump sebagai incumbent yang baru satu periode menjabat sangat memungkinkan jadi jawara. Tapi kekuatan Joe Biden dengan pelurunya cawapres Kamala Harris saya tidak bisa anggap enteng. Pengaruh Kamala untuk mendongkrak perolehan suara cukup mumpuni, saat ini mata tertuju pada Pemilu 3 November dan tentu besok akan menjadi tonggak sejarah bagi AS," kata Syarif kepada DutaJatim.com Selasa malam ini WIB.


Dalam pengamatannya mengapa Biden melonjak naik, antara lain, karena Trump dalam kepemimpinannya untuk di dalam negerinya banyak sekali masalah. "Tapi politics luar negeri selama kepemimpinan Trump lebih cool, semisal jarang memerangi negara lain," katanya.


Berbagai survei memang memenangkan Joe Biden. Karena itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak hasil sejumlah polling yang menunjukkan dirinya kalah unggul dari penantangnya yang calon presiden (capres) dari Partai Demokrat itu. Trump menyebut polling yang memprediksi kemenangan Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun ini, sebagai 'polling palsu'.


Seperti dilansir AFP, Selasa (3/11/2020), Trump dan Biden sama-sama menggelar kampanye di swing states atau negara bagian yang menjadi lokasi perebutan suara sengit untuk kedua capres, salah satunya Pennsylvania, tempat Syarif Syaifulloh dan keluarganya tinggal menetap di negeri Paman Sam.


Dalam pilpres 2016 lalu, Trump menang di Pennsylania. Namun menurut polling terbaru, Biden berhasil meraup keunggulan tipis atas Trump di negara bagian tersebut. 


Saat berkampanye ke North Carolina dan Delaware, negara bagian asal Biden pada Senin (2/10) waktu setempat, Trump menyinggung hasil polling itu. Dalam kampanyenya ini, Trump mengomentari sejumlah polling yang menunjukkan dirinya kalah unggul dari Biden. Diketahui bahwa laporan CNN sebelumnya menyebut Biden unggul dari Trump, dengan rata-rata meraih 50 persen suara lebih, dalam enam polling atau jajak pendapat terbaru.


"Saya mengamati polling-polling palsu ini," sebut Trump di hadapan pendukungnya.


"Lagipula kita akan menang," ucap Trump meyakinkan para pendukungnya.


Di hadapan pendukungnya, Trump berupaya membangkitkan semangat pendukungnya dengan mengenang masa lalu saat kemenangan mengejutkan yang didapatkannya saat berhadapan dengan capres Partai Demokrat, Hillary Clinton, dalam pilpres 2016. Saat itu, kebanyakan polling mengunggulkan Hillary namun ternyata Trump yang memenangkan pilpres.


"Anda memilih orang luar sebagai Presiden yang akhirnya menempatkan Amerika sebagai yang terutama," cetusnya. "Keluar dan memilihlah, itu saja yang saya minta," ucap Trump mengimbau para pendukungnya untuk memberikan suara.


Pemungutan suara secara serentak digelar pada Selasa (3/11) waktu AS. CNN sebelumnya melaporkan lebih dari 90 juta orang di AS telah memberikan suaranya lebih awal lewat early voting atau pemungutan suara awal. Perkiraan dari US Elections Project, seperti dilansir CNN, menyebutkan setidaknya 150 juta orang di AS akan memberikan suaranya dalam pilpres 2020. Angka ini melampaui data pilpres 2016 di mana lebih dari 133 juta orang memberikan suaranya dalam pilpres. (gas/det)

×
Berita Terbaru Update