-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Umrah di Tengah Pandemi Biaya Lebih Mahal, Kenapa?

Monday, November 2, 2020 | 12:39 PM WIB Last Updated 2020-11-02T05:41:36Z



JAKARTA (DutaJatim.com) - Mulai Minggu 1 November 2020 muslim Indonesia sudah bisa menunaikan ibadah umrah ke tanah suci. Namun umrah di tengah pandemi Covid-19 bukan perkara mudah. Syaratnya cukup banyak karena harus menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Tentu saja imbasnya ke biaya yang lebih mahal. Kenapa?


Sekjen Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI), Ihsan Fauzi Rahman, menjelaskan, paket umrah selama masa pandemi bertambah jadi 12 hari karena jamaah harus karantina selama 3 hari begitu sampai di Arab Saudi. Hal itu akan berdampak terhadap harga umrah yang bisa naik hingga 30%.



"Biaya umrah jelas (lebih mahal). Kami kemarin menghitung estimasi ada sampai 30%-an (kenaikan). Misalnya dari yang awalnya Rp 30 juta naik sekitar 30% bisa Rp 38-39 juta," kata Ihsan seperti dikutip dari detikcom, Senin (2/11/2020).


Selama pelaksanaan umrah, akan ada berbagai aturan baru seperti syarat test PCR yang ditanggung oleh calon jamaah. Selain itu juga ada pembatasan kapasitas mulai dari bus hingga kamar hotel, sehingga dibutuhkan biaya tambahan pula.


"Untuk PCR antara Rp 900 ribu sampai Rp 1,3 juta ditanggung jamaah. Terus biaya bisa nambah karena hotelnya yang biasa sekamar berempat jadi sekamar berdua. Terus bus yang biasa diisi 40 orang, bus itu kan sewa di sana selama 9 hari itu bisa Rp 12 juta, itu dengan yang sekarang diisinya oleh 20 orang jadi ada penambahan biaya lagi. Terus penambahan hotel karantina, otomatis berubah dari 9 hari menjadi 12 hari," katanya.


Namun perhitungan di atas belum bisa dipastikan karena belum ada ketentuan harga pasti dari pihak Arab Saudi. Pihaknya menyerahkan kepada semua calon jamaah apakah mau umrah dalam waktu dekat dengan risiko biaya lebih mahal, atau membatalkan keberangkatan sampai kondisi normal sehingga biaya umrahnya pun tidak ada kenaikan.


"Nanti akan ditawarkan kepada jamaah mau berangkatnya dengan pola seperti ini (12 hari) atau nanti menunggu dengan pola 9 hari. Cuma sekarang kita lagi edukasi masing-masing travel supaya dia bisa menjelaskan kepada masing-masing jemaahnya," tandasnya. (det/wis)


×
Berita Terbaru Update