-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati Gresik, Walikota Mojokerto, Aa Gym Hingga Syekh Ali Jaber Positif Covid-19, Kok Bisa?

Wednesday, December 30, 2020 | 11:11 AM WIB Last Updated 2020-12-30T04:11:24Z
Ning Ita


SURABAYA (DutaJatim.com) - Semakin banyak saja tokoh, ulama, dan pejabat terkena Covid -19. Kabar terbaru, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto serta KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan  Syekh Ali Jaber terkonfirmasi positif COVID-19. Orang-orang yang pernah berhubungan dengan para tokoh itu pun diminta melakukan tes swab.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari positif COVID-19. Kepala daerah yang akrab disapa Ning Ita ini mengaku dalam kondisi sehat karena tergolong orang tanpa gejala (OTG). Hal itu disampaikan Ning Ita secara daring di acara pelantikan para pejabat Pemkot Mojokerto hasil mutasi besar-besaran yang digelar di dua tempat berbeda. Yaitu di rumah dinas Wali Kota atau rumah rakyat dan di kantor Pemkot Mojokerto.


"Tes swab rutin saya lakukan paling tidak dua minggu sekali. Tes swab saya terakhir adalah kemarin Senin 28 Desember 2020. Hasil tes swab tersebut positif COVID-19," kata Ning Ita, Selasa (29/12/2020).


Positif COVID-19 membuat Ning Ita tidak bisa melantik 321 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto yang baru saja dia rombak. Mulai dari pegawai eselon IVB hingga IIB. Sehingga pelantikan dipimpin Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakariya.


Pada momen tersebut, Ning Ita menyatakan dirinya dalam kondisi sehat karena tidak mengalami gejala klinis apapun. Wali Kota perempuan pertama di Mojokerto ini tergolong OTG.


"Sehingga tugas-tugas pemerintahan tetap bisa saya jalankan melalui jarak jauh seperti ini. Termasuk rapat koordinasi dengan OPD, dengan Forkopimda tetap bisa saya ikuti," terangnya.


Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, kemarin Senin (28/12), Ning Ita masih beraktivitas seperti biasa. Baru Selasa Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023 tersebut menjalani isolasi.

Sambari Halim Radianto


Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Syaifudin Ghozali, saat dikonfirmasi membenarkan Bupati Sambari positif COVID-19. Meski demikian, kondisi Bupati Gresik Sambari Halim sudah fit.


"Seiring dilakukannya isolasi mandiri kepada Bupati Sambari sejak Senin petang kemarin di salah satu rumah sakit (RS) di Surabaya. Saat ini keadaan Bupati dalam keadaan baik, dan katanya sudah kembali bugar," kata Ghozali di Halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa (29/12/2020).


Dia menuturkan,  Bupati Gresik Sambari terdeteksi terpapar COVID-19 setelah melakukan tes PCR COVID-19. "Beliau meminta tes usap COVID-19 karena merasa badannya tidak fit. Sehingga kami dari Dinas Kesehatan segera melakukan pemeriksaan dan ternyata hasilnya positif. Seketika itu pula, saat menjelang Maghrib, kami segera melakukan isolasi mandiri untuk bupati di salah satu rumah sakit di Surabaya," katanya.


AaGym dan Syekh Ali Jaber


Sementara itu KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym juga positif COVID-19. Hal itu dia akui dalam video singkat 6 menit 33 detik yang diunggahnya di media sosial Instagram. "Setelah diswab, ternyata hasilnya positif. Alhamdulillah berarti harus karantina," kata Aa Gym Selasa 29 Desember 2020.



Aa Gym lalu memperlihatkan saturasi oksigennya masih bagus, yaitu 98. Suhu tubuhnya pun 36,3 derajat celcius. "Masih bagus," katanya.


Sampai saat ini dia dianjurkan untuk istirahat juga melakukan inisiatif isolasi mandiri. "Minggu isolasi mandiri, Senin juga menyendiri," katanya.


Sampai saat ini gejala yang Aa Gym rasakan adalah batuk. "Tidak ada sesak, tidak ada pusing berlebihan," kata Aa Gym yang mengaku kurang tidur. Untuk memulihkan diri ia pun akan lebih banyak berbaring, bersalawat dan beristighfar.


Aa Gym juga meminta kepada siapapun yang merasa pernah kontak langsung dengannya untuk tes swab PCR.


Aa Gym juga menceritakan kegiatannya dalam beberapa hari terakhir. Ia bercerita bahwa pada Rabu lalu ia sempat melakukan perjalanan ke Bandung. Saat itu, dia mengatakan tubuhnya masih fit sehingga bisa beraktivitas seperti biasa.


Ia bahkan sempat berkemah di gunung, di Bandung pada Kamis lalu. "Kamis pagi juga masih berenang dan bertugas. Hari Jumat pagi mau bersepeda, tapi tidak mau terlalu capek," katanya.


Ketika kembali ke Jakarta pada Sabtu, Aa Gym pun sempat merasa tidak fit. Sehingga ia sempat minta untuk diinfus dan minum beberapa vitamin. Ia juga sempat melakukan rapid test antibodi. "Hasilnya non reaktif," kata Aa Gym.


Aa Gym menduga dirinya kelelahan sehingga imun tubuhnya menurun. Ia pun memilih untuk melakukan isolasi mandiri walaupun hasil rapid testnya non reaktif. "Minggu isolasi mandiri, Senin juga menyendiri dan tunggu swab," katanya.


"Sudah berusaha disiplin, mengajak orang disiplin, tapi menurut pandangan Allah mungkin masih banyak yang harus diperbaiki. Mohon didoakan. Kondisi Aa secara umum hanya batuk kendalanya. Tidak ada sesak, tidak ada pusing yang berlebihan," kata Aa Gym. 


Sayang hasil swab menyatakan bahwa Aa Gym ternyata positif Covid-19. Setelah mengetahui kondisinya. Ia pun ditemani sang anak yang hasil swabnya negatif. Ia juga terus mengenakan masker selama menjalani isolasi mandiri.


Kepada semua orang-orang yang sempat dekat dengan Aa Gym, ia meminta mereka melakukan swab. Para santri yang dekat dan selalu mendampinginya pun melakukan tes swab.  Ia memohon doa kepada masyarakat untuk kesembuhannya. "Doakan Aa, semoga ada umur. Apapun yang terjadi, semoga bisa bisa berkumpul di surga," katanya. 



Syekh Ali Jaber juga mengumumkan dirinya positif Covid lewat akun Facebook miliknya, Selasa (29/12). Dengan selang yang terpasang di tubuhnya, Syekh Ali Jaber mengatakan gejala awal Covid-19 yang dialaminya yakni demam serta batuk. 


Meski begitu, Syekh mengaku tak menyangka bisa terserang virus tersebut, karena selama ini cukup disiplin dengan protokol kesehatan, termasuk salah satunya rajin swab. 

“Alhamdulillah, innali lillahi wainna ilahi rojiun, subhanallah, enggak nyangka padahal sering swab. Swab sudah berkali-kali, selalu negatif,” ungkap Syekh. 


Kemudian beberapa hari lalu, Syekh batuk biasa dan demam. Lalu mengonsumsi obat batuk dan penurun panas juga madu. "Saya disuruh swab lagi, datang (petugas) ke rumah, kemudian hasilnya positif. Semenjak itu demam lagi panas naik turun sama sesak nafas,” bebernya. 


“Saya langsung dibawa ke rumah sakit, sekarang saya dirawat, alhamdulillah keadaan bisa dibilang stabil,” jelas Syekh. (det/jpn/tmp)


×
Berita Terbaru Update