-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cara HRS Melawan, Justru Bangga Tunjukkan Tangannya Diborgol

Sunday, December 13, 2020 | 5:35 PM WIB Last Updated 2020-12-13T10:35:30Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com) - Banyak pihak heran Habib Rizieq Shihab (HRS)  diborgol dan memakai rompi tahanan warna oranye saat hendak ditahan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Apa HRS pasrah? Atau menolak saat polisi memborgolnya?

Reaksi HRS ternyata biasa-biasa saja. Sama ketika dia ditetapkan sebagai tersangka. Santai. Dia siap menghadapinya sebagai risiko perjuangan.

Pengacara FPI yang mendampingi HRS saat menjalani pemeriksaan di Polda, yakni Sugito Atmo Prawiro, mengatakan, Habib Rizieq tahu bila dia akan diborgol.
Karena itu dia bersikap  biasa saja  ketika hendak dipakaikan borgol dan baju oranye oleh petugas kepolisian.


''Habib Rizieq bersikap tenang saja. Kala itu dia malah bicara pendek begini kepada kami selaku pengacaranya. Katanya: sudahlah tenang saja. Kalau ini ketetapan hukum, maka borgol dan rompi pasangkanlah,'' kata Sugito menirukan Habib Rizieq. 

HRS ingin menunjukkan bahwa dia warga negara yang taat hukum. Bahkan dia bangga menunjukkan tangannya diborgol.

Menurutnya, pemakaian borgol dan rompi oranye itu terjadi sekitar Minggu (13/12) dinihari WIB. Waktu itu bersamaan dengan masa akhir pemeriksaan Habib Rizieq yang sudah berlangsung sekitar 11 jam.

''Menariknya meski paham akan ditangkap, diborgol, dipakaikan rompi tahanan warga oranye, hingga akan ditahan, Habib Rizieq sebenarnya melakukan perlawanan melalui tindakan dengan diam atau bukan verbal. Ini dilakukan dengan tindakannya yang tidak bersedia menandatangani semua dokumen yang terkait dengan pemeriksaan dan penahanan terhadap dirinya,'' ungkap Sugito. HRS melawan dengan diam dan secara hukum.

Akibatnya, semua dokumen dari pihak kepolisian yang disodorkan kepadanya mulai dari surat penangkapan hingga surat penahanan tersebut, hanya ditandatangani oleh petugas kepolisian yang memeriksanya.

 ''Tindakan non verbalnya itu menjadi penanda bagi sikap Habib Rizieq  yang tetap menganggap segala perlakuan kepadanya itu sudah sangat berlebihan,'' ujar Sugito seraya mengatakan bila sikap Habib Rizieq  tersebut akan menjadi bahan hukum tambahan pada para pengacara untuk melakukan pra-peradilan.

Lalu bagaimana saat Habib Rizieq ketika berjalan ke mobil tahanan malah mengacungkan tangannya yang telah diborgol dan tak terlihat risih memakai rompi tahanan berwarna oranye? Ketika menjawab soal tersebut, Sugito malah mengatakan justru terlihat Habib Rizieq ingin memperlihatkan dirinya bila dia kini sudah diborgol, memakai rompi tahanan, dan akan segera ditahan.

''Semua itu  cocok dengan sikap Habib Rizieq sebelumnya yang menyatakan siap menerima apa pun konsekuensinya. Baginya itu adalah risiko perjuangan. Jadi dia biasa saja dan malah bangga,'' ujarnya.

Namun bagi Sugito selaku pengacara hukum, apa yang terjadi pada kasus Habib Rizieq itu menarik dicermati. Menurutnya, apa yang terjadi langsung di depan matanya itu menandakan adanya suatu yang khas dalam penegakan hukum Indonesia yang baru. Hal itu adalah soal-soal politik dan hak asasi dalam demokrasi dibawa atau menjadi ke ranah hukum pidana.

''Agak beda dengan yang terjadi pada sosok Jumhur Hidayat dan Syahganda yang terlihat malu diborgol dan memakai rompi kuning tahanan polisi, Habib Rizieq malah terang-terangan menunjukkannya ke publik. Ini dia lakukan di depan kerumunan para jurnalis, pendukung atau pengantarnya dalam pemeriksaan, dan aparat polisi sembari masuk ke mobil tahanan,'' ucap Sugito Atmo Prawiro. (rpk/hud)



×
Berita Terbaru Update