Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Film The Science of Fictions Dipuji Karena Bikin Hiruk-pikuk

Friday, December 11, 2020 | 23:28 WIB Last Updated 2020-12-11T16:28:00Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com) - Film The Science of Fictions dipuji banyak kalangan penonton. Film yang sudah tayang di bioskop tanah air itu juga sudah diputar di Amerika.

Film ini juga jadi pembicaraan di Twitter. Misalnya akun McFly@izzamrizqi. Dia mengaku penasaran dengan kisah film itu.

"Terima kasih "The Science of Fiction" atau "Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah" yang berhasil menimbulkan hiruk pikuk pertanyaan di otak. walaupun udh ditonton, ternyata film ini tetep ga berenti ngasi rasa penasaran. ga tau mau ngomong apa. yaudala, pokonya 24 des mau melankolia," katanya.

Bukan hanya Izza, tapi banyak penonton penasaran dengan kisah film itu. Juga kisah Siman, tokoh utamanya. Bahkan, pemirsa di Amerika juga dibuat penasaran mengingat film ini pernah diputar di sana.

Sutradara  film ini, Yosep Anggi Noen mengaku grogi saat film The Science of Fictions diputar di Amerika. Pasalnya film tersebut membahas tentang pendaratan astronot di bulan.

Dalam ceritanya, NASA membuat sebuah konspirasi tentang pendaratan astronot pertamanya di bulan. Namun alih-alih mendaratkan kaki di bulan, astronot ini justru mengambil video pendaratan itu di pantai Parangkusumo, Bantul. Inilah yang membuat penasaran.

"Tidak ada tanggapan spesifik tapi saya grogi pas diputar di Amerika. Saya agak nervous di dua pemutaran, di Locarno Film Festival dan di Amerika," kata Anggi dalam konferensi pers virtual, Jumat (11/12/2020).

Kendati demikian pemutaran film The Science of Fictions di dua negara itu berlangsung lancar.


Yosep Anggi Noen bahkan merasa puas karena filmnya justru membuat pertanyaan dan rasa penasaran tentang konspirasi pendaratan manusia pertama di bulan kembali diperbincangkan.

"Tapi pertanyaan itu jadi menarik dan dinamis karena mungkin orang-orang di sana juga ada yang mempertanyakan hal yang sama," kata Anggi.

Film ini dibintangi oleh Gunawan Maryanto, Lukman Sardi, Asmara Abigail, Marissa Anita, dan masih banyak lainnya. Akting aktor Gunawan Maryanto juga banyak dipuji. Dia  merasa tertantang ketika ditawarkan peran sebagai Siman dalam film itu.

Menurut Gunawan Maryanto, karakter Siman ini sangat menantang karena ia hanya berbicara dengan bahasa tubuh setelah lidahnya dipotong.

"Yang menarik dari Siman sebenarnya ada banyak lapis-lapis emosi dan itu semakin mengeras ketika dia punya keterbatasan juga dalam menyuarakan apa yang ada di dalam dirinya," kata Gunawan dalam konferensi pers virtual, Jumat (11/12/2020).

Siman dikisahkan menangkap basah proses pemotretan astronot di  bulan. Namun kejadian tersebut ia temui di pantai Parangkusumo, Bantul.

Kejadian tersebut lalu mengubah kehidupan Siman.

"Aku menyebutnya astronot dari Bantul," ucap Gunawan.

Gunawan Maryanto dituntut untuk memaksimalkan bahasa non-verbal untuk karakter Siman ini.

"Secara keaktoran, bagi saya itu jelas tantangan. Tapi sebagai aktor saya juga terbiasa di dalam pertunjukan saya menampilkan bahasa tubuh saja," katanya.

Usaha dan kerja keras Gunawan Maryanto dalam memerankan Siman akhirnya diganjar Piala Citra dari Festival Film Indonesia tahun ini. (kcm/wis)


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update